40 HADIS DO'A SEHARI-HARI

KTI

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat Datang Para Pencari Kebenaran dan Ketenangan. Ketika kata-kata tak lagi mampu mewakili perasaan, biarkan doa yang berbicara, temukan doa terbaik yang diajarkan Rasulullah SAW untuk Kehidupan Sehari-Hari: 40 Hadis Tematik.

Foto Agus Salim Batubara

Tentang Penulis

Agus Salim Batubara

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS DO'A SEHARI-HARI

Penyusun: Agus Salim Batubara

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Do’a Qunut

Disusun oleh: Agus Salim Batubara (@BgBatubara) · Bagian dari 40 HADIS DO'A SEHARI-HARI

Hadis

عَنْ أَبِي الْحَوْرَاءِ قَالَ قَالَ الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَلَّمَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَلِمَاتٍ أَقُولُهُنَّ فِي الْوِتْرِ قَالَ ابْنُ جَوَّاسٍ فِي قُنُوتِ الْوِتْرِ اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ إِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ. (رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ: ١٤٢٧) 

Terjemahan

Hadis dari Abu Al-Haura’ bahwa ia berkata bahwa Al-Hasan bin Ali RA  berkata bahwa Rasulullah SAW  telah mengajarkan kepadanya beberapa kalimat yang ia ucapkan ketika witir, yaitu: “Allahummahdinii fiiman hadait, wa ‘aafinii fiiman ‘aafait, wa tawallanii fiiman tawallait, wa baarik lii fiimaa a‘thait, wa qinii syarra maa qadhait, fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa ‘alaik, wa innahu laa yadzillu man waalait, wa laa ya‘izzu man ‘aadait, tabaarakta rabbanaa wa ta‘aalait.”. (HR Abu Daud: 1427).[1]

Isi kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan doa qunut yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Hasan bin Ali RA untuk dibaca dalam salat witir, yang berisi permohonan hidayah, keselamatan, perlindungan, keberkahan, serta penjagaan dari keburukan ketetapan Allah, disertai pengakuan bahwa Allah-lah satu-satunya Dzat yang menetapkan segala sesuatu dan tidak ada yang dapat mengalahkan keputusanNya. Kandungan hadis ini menegaskan pentingnya tawakal dan ketergantungan penuh kepada Allah dalam setiap urusan, serta menunjukkan bahwa seorang Muslim hendaknya selalu memohon kebaikan dan perlindungan dalam setiap takdir yang ditetapkan, karena hanya Allah yang mampu memberikan petunjuk, kemuliaan, dan keselamatan sejati.  

Referensi

  1. Ibid, juz 2, hal. 89, Kitab As-Salah, Bab Al-Qunut, No. 1427.

Komentar 0