Hadis tentang Do’a Qunut
Hadis
عَنْ أَبِي الْحَوْرَاءِ قَالَ قَالَ الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَلَّمَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَلِمَاتٍ أَقُولُهُنَّ فِي الْوِتْرِ قَالَ ابْنُ جَوَّاسٍ فِي قُنُوتِ الْوِتْرِ اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ إِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ. (رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ: ١٤٢٧)
Terjemahan
Hadis dari Abu Al-Haura’ bahwa ia berkata bahwa Al-Hasan bin Ali RA berkata bahwa Rasulullah SAW telah mengajarkan kepadanya beberapa kalimat yang ia ucapkan ketika witir, yaitu: “Allahummahdinii fiiman hadait, wa ‘aafinii fiiman ‘aafait, wa tawallanii fiiman tawallait, wa baarik lii fiimaa a‘thait, wa qinii syarra maa qadhait, fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa ‘alaik, wa innahu laa yadzillu man waalait, wa laa ya‘izzu man ‘aadait, tabaarakta rabbanaa wa ta‘aalait.”. (HR Abu Daud: 1427).[1]
Isi kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan doa qunut yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Hasan bin Ali RA untuk dibaca dalam salat witir, yang berisi permohonan hidayah, keselamatan, perlindungan, keberkahan, serta penjagaan dari keburukan ketetapan Allah, disertai pengakuan bahwa Allah-lah satu-satunya Dzat yang menetapkan segala sesuatu dan tidak ada yang dapat mengalahkan keputusanNya. Kandungan hadis ini menegaskan pentingnya tawakal dan ketergantungan penuh kepada Allah dalam setiap urusan, serta menunjukkan bahwa seorang Muslim hendaknya selalu memohon kebaikan dan perlindungan dalam setiap takdir yang ditetapkan, karena hanya Allah yang mampu memberikan petunjuk, kemuliaan, dan keselamatan sejati.
Referensi
- Ibid, juz 2, hal. 89, Kitab As-Salah, Bab Al-Qunut, No. 1427.

Komentar 0