Hadis tentang Do’a Disepertiga Malam Terakhir
Hadis
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ.(رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ: ١٠٩٤)
Terjemahan
Hadis dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda bahwa Rabb Tabaaraka wa Ta‘ala turun ke langit dunia pada setiap malam pada sepertiga malam terakhir, lalu Dia berfirman: “siapa yang berdoa kepada-Ku pasti Aku kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku pasti Aku penuhi, dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku pasti Aku ampuni.” (HR al-Bukhori: 1094).[2]
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan keutamaan waktu sepertiga malam terakhir sebagai salah satu waktu paling mustajab untuk berdoa. Pada waktu tersebut, Allah SWT membuka pintu rahmat-Nya dengan memberikan kesempatan luas kepada hamba-Nya untuk berdoa, meminta, dan memohon ampunan. Ungkapan dalam hadis ini menunjukkan betapa besarnya kasih sayang Allah, karena Dia sendiri “menyeru” hambanya untuk mendekat dan memohon kepada-Nya.
Selain itu, hadis ini juga mengandung dorongan kuat agar seorang muslim memanfaatkan waktu malam, khususnya sepertiga akhir, untuk beribadah seperti salat malam (tahajud), berdoa, dan beristighfar. Waktu ini menjadi momen yang sangat istimewa karena suasana yang tenang dan jauh dari kesibukan dunia, sehingga lebih mendukung kekhusyukan dan keikhlasan dalam beribadah. Dengan demikian, hadis ini mengajarkan pentingnya kedekatan spiritual dengan Allah SWT serta memanfaatkan waktu-waktu utama untuk meraih ampunan dan pengabulan doa.
Referensi
- Ibid, juz 2, hal. 553, Kitab Tahajjud, Bab Nuzul Rabb Ta'ala ila As-Sama' Ad-Dunya, No. 1094.

Komentar 0