Hadis tentang Do’a Memohon agar Dilindungi dari Fitnah
Hadis
عَنْ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ كَانَ يَأْمُرُ بِهَؤُلَاءِ الْخَمْسِ وَيُحَدِّثُهُنَّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ.(رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ: ٦٠٠٠)
Terjemahan
Hadis dari Sa‘d bin Abu Waqash RA bahwa ia memerintahkan lima perkara dan ia menceritakan hal itu dari Rasulullah SAW yaitu beliau berdoa: “Allahumma inni a‘uudzu bika minal bukhli, wa a‘uudzu bika minal jubni, wa a‘uudzu bika min an uradda ilaa ardzalil ‘umur, wa a‘uudzu bika min fitnatid dunya, wa a‘uudzu bika min ‘adzaabil qabri.” (HR al-Bukhari: 6000).[1]
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini mengajarkan doa yang sering diamalkan oleh Sa‘d bin Abi Waqqash RA yang bersumber dari Nabi Muhammad SAW, berisi permohonan perlindungan kepada Allah dari lima hal penting yang mencakup kelemahan akhlak, yaitu sifat kikir (bakhil), sifat pengecut (jubn), dikembalikan kepada usia tua yang lemah dan tidak berdaya (ardzalil ‘umur), fitnah dunia yang dapat menjerumuskan manusia pada kesesatan, serta siksa kubur. Secara kandungan, hadis ini menegaskan pentingnya seorang Muslim untuk selalu memohon perlindungan kepada Allah dari
segala bentuk kelemahan diri, godaan dunia, dan akhir yang buruk, sekaligus menunjukkan bahwa Nabi saw mengajarkan doa yang mencakup keselamatan hidup di dunia dan akhirat secara menyeluruh.
Referensi
- Ibid, juz 5, hal. 2390, Kitab Ad-Du'a, Bab Al-'Audhu min Al-Bakhil wa Al-Jubn wa Ardzalil 'Umur, No. 6000 .

Komentar 0