Hadis tentang Larangan Do’a Keburukan
Hadis
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَدْعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ وَلَا تَدْعُوا عَلَى أَوْلَادِكُمْ وَلَا تَدْعُوا عَلَى خَدَمِكُمْ وَلَا تَدْعُوا عَلَى أَمْوَالِكُمْ لَا تُوَافِقُوا مِنْ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى سَاعَةَ نَيْلٍ فِيهَا عَطَاءٌ فَيَسْتَجِيبَ لَكُمْ.(رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ: ١٥٣٤)
Terjemahan
Hadis ari Jabir bin Abdullah bahwa ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda agar kalian tidak mendoakan keburukan atas diri kalian, tidak mendoakan keburukan bagi anak-anak kalian, tidak mendoakan keburukan atas pembantu kalian, dan tidak mendoakan keburukan atas harta kalian karena bisa jadi doa itu bertepatan dengan waktu dikabulkannya permohonan sehingga Allah mengabulkan doa kalian. (HR Abu Daud: 1534).[1]
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan larangan Rasulullah SAW untuk mendoakan keburukan terhadap diri sendiri, anak-anak, pembantu, maupun harta, karena doa tersebut bisa saja bertepatan dengan waktu mustajab sehingga Allah mengabulkannya. Kandungan hadis ini menegaskan pentingnya menjaga lisan dan emosi dalam berdoa, serta mengajarkan agar seorang Muslim selalu mengucapkan doa yang baik dan bermanfaat, karena doa adalah senjata yang sangat kuat dan dapat berdampak nyata, sehingga seharusnya digunakan untuk kebaikan, bukan untuk merugikan diri sendiri atau orang lain.
Referensi
- Ibdi, juz 4, hal. 270, Kitab As-Sunnah, Bab Tahrimi Ad-Du'a 'ala Al-Ahli wa Al-Mal, No. 1534 .

Komentar 0