Hadis tentang Do’a Orang Yang Berpuasa
Hadis
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالْإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا اللَّهُ فَوْقَ الْغَمَامِ وَيَفْتَحُ لَهَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ وَيَقُولُ الرَّبُّ وَعِزَّتِي لَأَنْصُرَنَّكِ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ.(رَوَاهُ سُنَنُ التِّرْمِذِيّ: ِ٣٩٤٧)
Terjemahan
Hadis dari Abu Hurairah bahwa ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: bahwa tiga orang yang doanya tidak tertolak adalah orang yang berpuasa hingga berbuka, imam (pemimpin) yang adil, dan doa orang yang dizalimi, lalu Allah mengangkat doanya ke atas awan dan membukakan baginya pintu-pintu langit seraya berfirman: “Demi kemuliaan-Ku, sungguh Aku akan menolongmu meskipun setelah beberapa saat.” ( HR al-Tirmidzi: 3947).[1]
Isi kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan bahwa ada tiga golongan yang doanya tidak akan ditolak oleh Allah saw, yaitu orang yang berpuasa hingga ia berbuka, pemimpin yang adil, dan orang yang terzalimi. Doa mereka memiliki kedudukan yang sangat tinggi di sisi Allah hingga diangkat ke langit dan pasti mendapat perhatian khusus dari-Nya, bahkan Allah menjanjikan pertolongan bagi orang yang dizalimi meskipun setelah beberapa waktu. Kandungan hadis ini menegaskan keutamaan ibadah puasa, pentingnya keadilan dalam kepemimpinan, serta besarnya perlindungan Allah terhadap orang yang mengalami kezaliman, sekaligus menunjukkan bahwa doa adalah kekuatan spiritual yang sangat kuat dalam Islam.
Referensi
- Ibid, juz 3, hal. 180, Kitab As-Sawm, Bab Istijabah Du'a As-Sa'im, No. 3947.

Komentar 0