Hadis tentang Do’a Perlindungan Dari Fitnah Kematian
Hadis
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ فَقَدْتُهُ تَعْنِى النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم فَإِذَا هُوَ بِالْبَقِيعِ فَقَالَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ أَنْتُمْ لَنَا فَرَطٌ وَإِنَّا بِكُمْ لاَحِقُونَ اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُمْ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُمْ. (رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ: ١٦١٣)
Terjemahan
Hadis dari ‘Aisyah RA ia berkata: “Aku kehilangan beliau maksudnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamternyata beliau berada di Baqi‘, lalu beliau bersabda: ‘Assalamu ‘alaikum dar qawmin mu’minin, antum lana farath wa innaa bikum laahiquun, Allahumma laa tahrimnaa ajrahum wa laa taftinnaa ba‘dahum’ (semoga keselamatan tercurah kepada kalian wahai penghuni kubur kaum mukminin, kalian telah mendahului kami dan kami akan menyusul kalian, ya Allah janganlah Engkau haramkan kami dari pahala mereka dan jangan Engkau uji kami setelah mereka).” (HR Ibnu Majah: 1613).[1]
Isi kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan doa Rasulullah SAW ketika berziarah ke pemakaman Baqi‘, yaitu mengucapkan salam kepada ahli kubur kaum mukminin, mengingatkan bahwa mereka telah mendahului dan manusia akan menyusul mereka, serta memohon kepada Allah agar tidak menghalangi pahala mereka dan tidak menjadikan umat yang masih hidup terjerumus dalam fitnah setelah mereka. Kandungan hadis ini menegaskan pentingnya mengingat kematian dan akhirat, mendoakan orang yang telah meninggal, serta menjaga diri agar tetap istiqamah dalam iman, karena kehidupan dunia bersifat sementara dan setiap manusia pasti akan kembali kepada Allah.
Referensi
- Ibid, juz 1, hal. 472, Kitab Janaza, Bab Az-Ziyarah, No. 1613.

Komentar 0