Hadis tentanng Do’a saat Kesusahan
Hadis
عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مَيْمُونٍ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي بَكْرَةَ أَنَّهُ قَالَ لِأَبِيهِ يَا أَبَتِ إِنِّي أَسْمَعُكَ تَدْعُو كُلَّ غَدَاةٍ اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ تُعِيدُهَا ثَلَاثًا حِينَ تُصْبِحُ وَثَلَاثًا حِينَ تُمْسِي فَقَالَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدْعُو بِهِنَّ فَأَنَا أُحِبُّ أَنْ أَسْتَنَّ بِسُنَّتِهِ قَالَ عَبَّاسٌ فِيهِ وَتَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ تُعِيدُهَا ثَلَاثًا حِينَ تُصْبِحُ وَثَلَاثًا حِينَ تُمْسِي فَتَدْعُو بِهِنَّ فَأُحِبُّ أَنْ أَسْتَنَّ بِسُنَّتِهِ قَالَ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعَوَاتُ الْمَكْرُوبِ اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ وَأَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ وَبَعْضُهُمْ يَزِيدُ عَلَى صَاحِبِهِ. (رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ: ٥٠٩٢)
Terjemahan
Hadis Dari Ja‘far bin Maimun bahwa ia berkata bahwa ‘Abdurrahman bin Abu Bakrah telah menceritakan kepadaku bahwa ia berkata kepada bapaknya bahwa ia selalu mendengarnya pada waktu pagi berdoa: “Allahumma ‘aafinii fii badanii, Allahumma ‘aafinii fii sam‘ii, Allahumma ‘aafinii fii basharii laa ilaaha illa anta,” dan ia mengulanginya tiga kali pada pagi dan sore hari, lalu bapaknya menjawab bahwa ia pernah mendengar Rasulullah SAW berdoa dengannya dan ia ingin mengikuti sunnahnya, dan dalam riwayat tersebut disebutkan bahwa ia juga mengucapkan: “Allahumma inni a‘uudzu bika minal kufri wal faqri, Allahumma inni a‘uudzu bika min ‘adzaabil qabri laa ilaaha illa anta,” dan ia mengulanginya tiga kali pada pagi dan sore hari karena ingin mengikuti sunnah beliau, kemudian ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda bahwa beberapa doa bagi orang yang tertimpa musibah adalah: “Allahumma rahmataka arjuu falaa takilnii ilaa nafsii tharfata ‘ainin wa ashlih lii sya’nii kullahu laa ilaaha illa anta.” (HR Abu Daud: 5092).[1]
Isi Kandungan hadis
Hadis ini menjelaskan kumpulan doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk dibaca pada waktu pagi dan petang, yang mencakup permohonan keselamatan pada tubuh, pendengaran, dan penglihatan, perlindungan dari kekufuran, kemiskinan, serta siksa kubur, serta doa ketika menghadapi kesusahan agar Allah senantiasa memberikan rahmat, tidak menyerahkan urusan kepada diri sendiri, dan memperbaiki seluruh keadaan hidup. Kandungan hadis ini menegaskan pentingnya dzikir dan doa harian sebagai bentuk penjagaan diri dari berbagai fitnah dan bahaya, sekaligus menunjukkan bahwa seorang Muslim dianjurkan untuk selalu bergantung kepada Allah dalam segala kondisi, baik dalam keadaan sehat maupun ketika tertimpa kesulitan.
Referensi
- Ibid, juz 4, hal. 295, Kitab Ad-Du'a, Bab Du'a Al-Makruh, No. 5092.

Komentar 0