Hadis tentang Do’a Menolak Takdir
Hadis
عَنْ أَبِي عُثْمَانَ النَّهْدِيِّ عَنْ سَلْمَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلَّا الدُّعَاءُ وَلَا يَزِيدُ فِي الْعُمْرِ إِلَّا الْبِرُّ. (رَوَاهُ سُنَنُ التِّرْمِذِيِّ: ٢٢٨٩)
Terjemahan
Hadis dari Abu ‘Utsman An-Nahdi dari Salman bahwa ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: bahwa tidak ada yang dapat mencegah takdir kecuali doa dan tidak ada yang dapat menambah umur kecuali amal kebajikan. (HR al-Tirmidzi: 2289).[1]
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan bahwa doa memiliki peran besar dalam kehidupan seorang Muslim, karena dengan izin Allah doa dapat menjadi sebab tertolaknya suatu ketetapan yang tidak diinginkan, serta bahwa amal kebaikan seperti berbakti dan berbuat baik dapat menjadi sebab bertambahnya keberkahan umur. Kandungan hadis ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara tawakal kepada takdir Allah dan usaha melalui doa serta amal saleh, sehingga seorang Muslim tidak pasrah secara pasif, tetapi aktif berdoa dan berbuat baik sebagai bentuk ikhtiar yang mendatangkan keberkahan dalam hidupnya.
Referensi
- Ibid, juz 4, hal. 369, Kitab Al-Qadar, Bab La Yaruddu Al-Qadhau illa Ad-Du'a, No. 2289.

Komentar 0