Hadis tentang Do’a memohon agar Dilindungan Dari Azab
Hadis
عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ وَضَعَ يَدَهُ تَحْتَ رَأْسِهِ ثُمَّ قَالَ اللَّهُمَّ قِنِي عَذَابَكَ يَوْمَ تَجْمَعُ أَوْ تَبْعَثُ عِبَادَكَ. (رَوَاهُ سُنَنُ التِّرْمِذِيِّ: ٣٧٢٦)
Terjemahan
Hadis dari Hudzaifah bin Al-Yaman RA bahwa Nabi SAW apabila hendak tidur beliau meletakkan tangannya di bawah kepalanya kemudian mengucapkan: “Allahumma qinii ‘adzaabaka yauma tajma‘u au tab‘atsu ‘ibaadaka.”(Ya Allah, lindungilah aku dari adzabMu pada hari Engkau kumpulkan atau Engkau bangkitkan hamba-hambaMu). (HR al-Tirmidzi 3826).[1]
Isi kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan doa yang dibaca Rasulullah SAW ketika hendak tidur, yaitu memohon perlindungan kepada Allah dari azab-Nya pada hari kiamat ketika seluruh hamba dikumpulkan atau dibangkitkan. Kandungan hadis ini menegaskan bahwa tidur dalam Islam bukan hanya istirahat fisik, tetapi juga momen untuk mengingat akhirat dan memohon keselamatan dari azab Allah, sehingga seorang Muslim dianjurkan menutup harinya dengan doa, rasa takut kepada Allah, serta harapan akan rahmat dan perlindungan-Nya di dunia maupun di akhirat.
Referensi
- Ibid, juz 5, hal. 292, Kitab Ad-Du'a, Bab Du'a 'inda Ar-Riqa, No. 3826.

Komentar 0