Hadis tentang Larangan Jual Beli di Masjid
Hadis
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: لَمَّا نَزَلَتْ آخِرُ الْبَقَرَةِ قَرَأَهُنَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْهِمْ فِي الْمَسْجِدِ، ثُمَّ حَرَّمَ التِّجَارَةَ فِي الْخَمْرِ(رواه البخارى: ١٩٦٨)[1]
Terjemahan
Hadis dari 'Aisyah RA berkata: Ketika turun ayat-ayat terakhir dari surah Al Baqarah, Nabi SAW menerima ayat-ayat tersebut ketika sedang berada di masjid maka kemudian Beliau mengharamkan jual beli didalam masjid. (HR al-Bukhari: 1978)
Isi Kandungan Hadis
Hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA ini memberikan penegasan mengenai kemuliaan masjid sebagai tempat yang khusus diperuntukkan bagi ibadah dan zikir kepada Allah. Peristiwa yang melatarbelakangi larangan ini adalah turunnya ayat-ayat terakhir surah Al-Baqarah, yang di dalamnya memuat aturan tegas mengenai pelarangan riba dan perintah untuk bertakwa. Reaksi langsung Rasulullah SAW yang membacakan ayat tersebut di masjid kemudian diikuti dengan pernyataan larangan jual beli menunjukkan bahwa masjid harus steril dari segala bentuk aktivitas komersial yang berorientasi pada keuntungan duniawi.
Referensi
- Muhammad bin Ismail al-Bukhari, Al-Jami’ al-Musnad as-Shahih al-Mukhtasar Min Umur Rasulillah Sallallahu ’Alaihi Wa Sallam Wa Sunanih Wa Ayyamih, (Dar al- Kutub al-Ilmiah, 1981). Juz 2. h. 734.

Komentar 0