40 HADIS MUAMALAH

KTI

Ahlan wa Sahlan

Silakan telusuri aplikasi ini untuk menemukan beragam Hadis tentang Muamalah, semoga bermanfaat.

Foto Muhammad Arif

Tentang Penulis

Muhammad Arif

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS MUAMALAH

Penyusun: Muhammad Arif

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Perintah untuk Mengumumkan Barang Temuan Sebelum Digunakan

Disusun oleh: Muhammad Arif (@muhammadarif) · Bagian dari 40 HADIS MUAMALAH

Hadis

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ أَخْبَرَهُ أَنَّ عَلِىَّ بْنَ أَبِى طَالِبٍ دَخَلَ عَلَى فَاطِمَةَ وَحَسَنٌ وَحُسَيْنٌ يَبْكِيَانِ فَقَالَ مَا يُبْكِيهِمَا قَالَتِ الْجُوعُ فَخَرَجَ عَلِىٌّ فَوَجَدَ دِينَارًا بِالسُّوقِ فَجَاءَ إِلَى فَاطِمَةَ فَأَخْبَرَهَا فَقَالَتِ اذْهَبْ إِلَى فُلاَنٍ الْيَهُودِىِّ فَخُذْ دَقِيقًا فَجَاءَ الْيَهُودِىَّ فَاشْتَرَى بِهِ دَقِيقًا فَقَالَ الْيَهُودِىُّ أَنْتَ خَتَنُ هَذَا الَّذِى يَزْعُمُ أَنَّهُ رَسُولُ اللَّهِ قَالَ نَعَمْ. قَالَ فَخُذْ دِينَارَكَ وَلَكَ الدَّقِيقُ. فَخَرَجَ عَلِىٌّ حَتَّى جَاءَ فَاطِمَةَ فَأَخْبَرَهَا فَقَالَتِ اذْهَبْ إِلَى فُلاَنٍ الْجَزَّارِ فَخُذْ لَنَا بِدِرْهَمٍ لَحْمًا فَذَهَبَ فَرَهَنَ الدِّينَارَ بِدِرْهَمِ لَحْمٍ فَجَاءَ بِهِ فَعَجَنَتْ وَنَصَبَتْ وَخَبَزَتْ وَأَرْسَلَتْ إِلَى أَبِيهَا فَجَاءَهُمْ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَذْكُرُ لَكَ فَإِنْ رَأَيْتَهُ لَنَا حَلاَلاً أَكَلْنَاهُ وَأَكَلْتَ مَعَنَا مِنْ شَأْنِهِ كَذَا وَكَذَا. فَقَالَ « كُلُوا بِاسْمِ اللَّهِ ». فَأَكَلُوا فَبَيْنَمَا هُمْ مَكَانَهُمْ إِذَا غُلاَمٌ يَنْشُدُ اللَّهَ وَالإِسْلاَمَ الدِّينَارَ فَأَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم فَدُعِىَ لَهُ فَسَأَلَهُ. فَقَالَ سَقَطَ مِنِّى فِى السُّوقِ. فَقَالَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم «يَا عَلِىُّ اذْهَبْ إِلَى الْجَزَّارِ فَقُلْ لَهُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ لَكَ أَرْسِلْ إِلَىَّ بِالدِّينَارِ وَدِرْهَمُكَ عَلَىَّ». فَأَرْسَلَ بِهِ فَدَفَعَهُ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِلَيْهِ (رواه ابو داود: ١٧١٨)[1] 

Terjemahan

Hadis dari Sahl bin Sa'd, ia telah mengabarkan kepadanya bahwa Ali Bin Abu Thalib menemui Fathimah sementara Hasan dan Husain sedang menangis, dia bertanya: apa yang membuat mereka menangis? Fathimah menjawab: rasa lapar. Kemudian Ali keluar dan di pasar dia menemukan uang satu dinar, lalu ia kembali kepada fathimah memberitahukan kepadanya, lalu Fathimah berkata: pergilah kepada fulan seorang yahudi, dan belilah tepung untuk Kami, maka dia pun mendatangi orang yahudi tersebut untuk membeli tepung. Orang yahudi tersebut berkata: apakah engkau menantu orang yang disebut sebagai Rasulullah? Dia menjawab: Ya. Orang yahudi tersebut berkata: ambillah uang dinarmu dan tepung ini untukmu! Maka Ali kembali kepada Fathimah dan memberitahukan kejadian tersebut, lalu Fathimah meminta Ali untuk pergi ke tukang daging untuk membeli daging satu dirham. Maka Ali menggadaikan satu dinar dengan daging seharga satu dirham lalu ia membawanya kepada Fathimah dan Fathimah pun mengadon dan membuat roti, lalu dia mengirim utusan kepada bapaknya kemudian beliau datang. Lalu ia berkata: Ya Rasulallah, aku akan bercerita kepadamu, apabila anda menganggapnya halal maka Kami akan memakannya dan anda pun memakannya bersama Kami. Kemudian beliau berkata: "Makanlah dengan menyebut nama Allah." Tatkala mereka sedang pada kondisi seperti itu tiba-tiba terdapat seorang yang mengumumkan kehilangan uang satu dinar. Maka Rasulullah SAW memerintahkan untuk memanggilnya dan menanyakannya. Orang tersebut menjawab: uang tersebut terjatuh dariku di pasar. Kemudian Nabi SAW berkata: "Wahai Ali, pergilah ke tukang daging dan katakan kepadanya bahwasanya Rasulullah SAW mengatakan kepadamu: "Kirimkan satu uang dinar tersebut sedangkan uang dirhammu menjadi tanggunganku." Maka tukang daging tersebut mengembalikan satu dinar dan Rasulullah SAW menyerahkannya kepada orang tersebut. (HR. Abu Dawud, 1718)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menyajikan sebuah potret kehidupan yang sangat luar biasa mengenai integritas moral dan sikap wara' (kehati-hatian) dalam keluarga Rasulullah SAW. Pesan utamanya adalah tentang kewajiban menjaga hak orang lain, meskipun dalam situasi yang sangat mendesak secara ekonomi. Ketika Ali bin Abi Thalib menemukan uang satu dinar di pasar saat keluarganya dilanda kelaparan, tindakan awal untuk menggunakannya didasari oleh ketidaktahuan akan adanya pemilik yang mencari. Namun, segera setelah diketahui bahwa uang tersebut adalah barang hilang milik orang lain (luqathah), Rasulullah SAW tidak menunda untuk memerintahkan pengembaliannya secara utuh. Hal ini menegaskan bahwa kehalalan sebuah rezeki bersifat mutlak dan tidak bisa dikompromikan oleh alasan kemiskinan sekalipun.

Selain itu, hadis ini menonjolkan peran Rasulullah SAW sebagai pemimpin yang adil dan bertanggung jawab. Beliau tidak hanya memastikan hak pemilik uang kembali, tetapi juga menjamin pelunasan utang satu dirham kepada tukang daging agar pihak pedagang tidak dirugikan. Sikap Fatimah radhiyallahu 'anha yang tidak berani menyantap makanan sebelum memastikan kehalalannya kepada Nabi juga memberikan pelajaran berharga bagi setiap muslim untuk selalu bersikap kritis terhadap sumber harta yang didapat. Secara keseluruhan, riwayat ini mengajarkan bahwa kejujuran dan kejernihan dalam mencari nafkah adalah pondasi utama keberkahan, dan bahwa kebahagiaan sejati sebuah keluarga terletak pada ketenangan batin karena terhindar dari memakan harta yang bukan haknya.

Referensi

  1. Abu Dawud Sulaiman bin Al-Asy’ats As-Sijistani, Sunan Abu Daud (Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1971). Juz 5. h. 289.

Komentar 0