Hadis tentang Memohon ampunan untuk bertaubat
Hadis
عَنْ أَبِي بُرْدَةَ، عَنِ الأَغَرِّ الْمُزَنِيِّ وَكَانَتْ لَهُ صُحْبَةٌ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّهُ لَيُغَانُ عَلَى قَلْبِي، وَإِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ فِي الْيَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ. (رواه مسلم: ٧٠٣٣).
Terjemahan
Hadis dari Abu Burdah, dari al-Agharr al-Muzani yang memiliki persahabatan dengan Nabi SAW, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya hatiku terkadang diselimuti (oleh sesuatu), dan sungguh aku memohon ampun kepada Allah dalam sehari seratus kali.” (HR Muslim: 7033)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menunjukkan keteladanan Rasulullah SAW dalam memperbanyak istighfar meskipun beliau adalah manusia yang terjaga dari dosa. Hal tersebut mengajarkan bahwa seorang muslim hendaknya senantiasa memperbarui hubungan dengan Allah melalui istighfar dan muhasabah diri. Jika Rasulullah yang memiliki kedudukan mulia saja beristighfar seratus kali sehari, maka umatnya lebih membutuhkan istighfar untuk membersihkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Referensi
- Abu al-Husein Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi al-Naisaburi, Shahih Muslim (Mesir: Maktabah al-Shafa, 2004), juz 8, h. 167, Hadis No. 2702.

Komentar 0