Hadis tentang Dzikir Taubat dan Penghapusan Dosa
Hadis
حَدَّثَنِي أَبِي عُمَرُ بْنُ مُرَّةَ، قَالَ: سَمِعْتُ بِلَالَ بْنَ يَسَارِ بْنِ زَيْدٍ مَوْلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحَدِّثُنِي عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «مَنْ قَالَ: أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ، غُفِرَ لَهُ وَإِنْ كَانَ فَرَّ مِنَ الزَّحْفِ. (روه الترميذي: ٣٩٢٦).[1]
Terjemahan
Telah menceritakan kepadaku ayahku, Umar bin Murrah, ia berkata: Aku mendengar Bilal bin Yasar bin Zaid, maula Nabi SAW, menceritakan kepadaku dari ayahnya, dari kakeknya, bahwa ia mendengar Nabi SAW bersabda, “Barang siapa mengucapkan: ‘Astaghfirullāhal-‘Aẓīm alladzī lā ilāha illā huwa al-Ḥayyul-Qayyūm wa atūbu ilaih (Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tiada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertobat kepada-Nya), maka ia akan diampuni, sekalipun ia pernah melarikan diri dari medan perang.” (HR Tirmidzi: 3926)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menunjukkan besarnya keutamaan istigfar dan tobat kepada Allah SWT. Zikir istigfar yang diajarkan Nabi SAW mengandung pengakuan terhadap keagungan Allah SWT, tauhid, serta kesungguhan untuk kembali kepada-Nya. Hadis ini juga menegaskan luasnya ampunan Allah SWT, sehingga dosa yang sangat besar sekalipun dapat diampuni apabila seseorang bertobat dengan tulus dan memenuhi syarat-syarat tobat. Oleh karena itu, seorang muslim dianjurkan untuk memperbanyak istigfar dan tidak berputus asa dari rahmat serta ampunan Allah SWT.
Referensi
- [Abu Isa Muhammad bin Isa bin Saurah At-Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi (Beirut: Dar al-Fikr, 1971), juz 7, h. 367, Hadis No. 3926.

Komentar 0