Hadis tentang Ancaman bagi Peminum Khamr dan Terbukanya Pintu Taubat
Hadis
عَنْ أَبِي ذَرٍّ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ شَرِبَ الْخَمْرَ لَمْ يَقْبَلِ اللَّهُ لَهُ صَلَاةً أَرْبَعِينَ لَيْلَةً، فَإِنْ تَابَ تَابَ اللَّهُ عَلَيْهِ، فَإِنْ عَادَ كَانَ مِثْلَ ذَلِكَ». فَمَا أَدْرِي أَفِي الثَّالِثَةِ أَمْ فِي الرَّابِعَةِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «فَإِنْ عَادَ كَانَ حَتْمًا عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ يَسْقِيَهُ مِنْ طِينَةِ الْخَبَالِ». قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَا طِينَةُ الْخَبَالِ؟ قَالَ: «عُصَارَةُ أَهْلِ النَّارِ. (روه احمد بن حنبل: ٢٢١٢٢).[1]
Terjemahan
Hadis dari Abu Dzar, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa meminum khamr, Allah SWT tidak menerima salatnya selama empat puluh malam. Jika ia bertobat, Allah SWT menerima tobatnya. Jika ia mengulanginya, maka berlaku baginya hal yang sama.” Aku tidak mengetahui apakah pada kali ketiga atau keempat Rasulullah SAW bersabda, “Jika ia mengulanginya lagi, maka menjadi ketetapan Allah Azza wa Jalla untuk memberinya minum dari Thīnat alKhabāl.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah Thīnat al-Khabāl itu?” Beliau menjawab, “Perasan (cairan yang keluar dari tubuh) penghuni neraka.” (HR Ahmad bin Hanbal: 22122)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan beratnya dosa meminum khamr dan ancaman yang menanti pelakunya apabila terus-menerus melakukannya tanpa penyesalan. Namun demikian, hadis ini juga menunjukkan luasnya rahmat Allah karena setiap kali pelaku khamr bertobat dengan sungguh-sungguh, Allah SWT menerima tobatnya. Hadis ini mengajarkan keseimbangan antara harapan akan ampunan Allah SWT dan rasa takut terhadap hukuman-Nya agar seorang muslim menjauhi perbuatan yang diharamkan.
Referensi
- Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad Ibnu Hambal, Musnad Ahmad Bin Hambal (Beirut: Mu’assasah ar-Risalah, 2010), juz 11, h. 122.

Komentar 0