Hadis tentang Hakikat Taubat
Hadis
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «التَّوْبَةُ مِنَ الذَّنْبِ أَنْ يَتُوبَ مِنْهُ ثُمَّ لَا يَعُودَ فِيهِ. (روه احمد بن حنبل: ٤٣٥٢). [1]
Terjemahan
Hadis dari Abdullah bin Mas‘ud, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Taubat dari suatu dosa adalah seseorang bertobat darinya, kemudian tidak kembali lagi melakukannya.” (HR Ahmad bin Hanbal: 4352)
Isi Kandungan Terjemahan
Hadis ini menjelaskan bahwa tobat yang sempurna tidak hanya berupa penyesalan dan permohonan ampun, tetapi juga disertai tekad yang kuat untuk meninggalkan dosa tersebut dan tidak mengulanginya kembali. Kesungguhan untuk tidak kembali melakukan maksiat merupakan salah satu tanda kejujuran dalam bertobat. Oleh karena itu, seorang muslim yang bertobat hendaknya berusaha menjauhi sebab-sebab yang dapat membawanya kembali kepada dosa serta terus memperbaiki diri agar tobatnya menjadi lebih sempurna di sisi Allah saw.
Referensi
- Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad Ibnu Hambal, Musnad Ahmad Bin Hambal (Beirut: Mu’assasah ar-Risalah, 2010), juz 9, h. 355.

Komentar 0