40 HADIS TAUBAT

KTI

Selamat Datang di Aplikasi Hadis: Kumpulan 40 Hadis Seputar Taubat

Silahkan telusuri aplikasi ini untuk menemukan beragam ilmu yang bermanfaat.

Foto Putri Wahyuni Pakpahan

Tentang Penulis

Putri Wahyuni Pakpahan

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS TAUBAT

Penyusun: Putri Wahyuni Pakpahan

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Taubat Pembunuh Seratus Jiwa

Disusun oleh: Putri Wahyuni Pakpahan (@14putripakpahan) · Bagian dari 40 HADIS TAUBAT

Hadis

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: «كَانَ فِيمَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ رَجُلٌ قَتَلَ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ نَفْسًا، فَسَأَلَ عَنْ أَعْلَمِ أَهْلِ الْأَرْضِ، فَدُلَّ عَلَى رَاهِبٍ، فَأَتَاهُ فَقَالَ: إِنَّهُ قَتَلَ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ نَفْسًا فَهَلْ لَهُ مِنْ تَوْبَةٍ؟ فَقَالَ: لَا، فَقَتَلَهُ فَكَمَّلَ بِهِ مِائَةً، ثُمَّ سَأَلَ عَنْ أَعْلَمِ أَهْلِ الْأَرْضِ فَدُلَّ عَلَى رَجُلٍ عَالِمٍ، فَقَالَ: إِنَّهُ قَتَلَ مِائَةَ نَفْسٍ فَهَلْ لَهُ مِنْ تَوْبَةٍ؟ فَقَالَ: نَعَمْ، وَمَنْ يَحُولُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ التَّوْبَةِ، انْطَلِقْ إِلَى أَرْضِ كَذَا وَكَذَا، فَإِنَّ بِهَا أُنَاسًا يَعْبُدُونَ اللَّهَ فَاعْبُدِ اللَّهَ مَعَهُمْ، وَلَا تَرْجِعْ إِلَى أَرْضِكَ فَإِنَّهَا أَرْضُ سَوْءٍ، فَانْطَلَقَ حَتَّى إِذَا نَصَفَ الطَّرِيقَ أَتَاهُ الْمَوْتُ، فَاخْتَصَمَتْ فِيهِ مَلَائِكَةُ الرَّحْمَةِ وَمَلَائِكَةُ الْعَذَابِ، فَقَالَتْ مَلَائِكَةُ الرَّحْمَةِ: جَاءَ تَائِبًا مُقْبِلًا بِقَلْبِهِ إِلَى اللَّهِ، وَقَالَتْ مَلَائِكَةُ الْعَذَابِ: إِنَّهُ لَمْ يَعْمَلْ خَيْرًا قَطُّ، فَأَتَاهُمْ مَلَكٌ فِي صُورَةِ آدَمِيٍّ فَجَعَلُوهُ بَيْنَهُمْ، فَقَالَ: قِيسُوا مَا بَيْنَ الْأَرْضَيْنِ، فَإِلَى أَيَّتِهِمَا كَانَ أَدْنَى فَهُوَ لَهُ، فَقَاسُوهُ فَوَجَدُوهُ أَدْنَى إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي أَرَادَ، فَقَبَضَتْهُ مَلَائِكَةُ الرَّحْمَةِ» (رواه مسلم:٢٧٦٦)[1]

Terjemahan

Dari Abu Sa‘id al-Khudri ra, dari Nabi SAW, beliau bersabda: "Pada umat sebelum kalian ada seorang laki-laki yang telah membunuh sembilan puluh sembilan jiwa. Lalu ia bertanya tentang orang yang paling berilmu di muka bumi, maka ditunjukkanlah kepadanya seorang rahib. Ia mendatanginya dan berkata bahwa ia telah membunuh sembilan puluh sembilan jiwa, apakah masih ada taubat baginya? Sang rahib menjawab, 'Tidak ada.' Maka ia pun membunuh rahib itu sehingga genaplah seratus jiwa. Kemudian ia bertanya lagi tentang orang yang paling berilmu di bumi, lalu ditunjukkanlah kepadanya seorang yang alim. Ia berkata bahwa ia telah membunuh seratus jiwa, apakah masih ada taubat baginya? Orang alim itu menjawab, 'Ya, dan siapakah yang dapat menghalangi antara dirinya dan taubat? Pergilah ke negeri ini dan itu, di sana ada orang-orang yang menyembah Allah, maka beribadahlah kepada Allah bersama mereka, dan jangan kembali ke negerimu karena itu adalah negeri yang buruk.' Maka berangkatlah ia, hingga ketika sampai di pertengahan jalan, datanglah ajal kepadanya. Maka para malaikat rahmat dan malaikat azab pun berselisih tentangnya. Malaikat rahmat berkata, 'Ia datang dalam keadaan bertaubat, dengan hati yang menghadap kepada Allah.' Sedangkan malaikat azab berkata, 'Ia belum pernah berbuat kebaikan sama sekali.' Maka datanglah seorang malaikat dalam rupa manusia, lalu mereka menjadikannya sebagai penengah. Ia berkata, 'Ukurlah jarak antara kedua negeri itu, ke mana pun ia lebih dekat, maka itulah haknya.' Maka mereka pun mengukurnya, dan ternyata ia lebih dekat ke negeri yang ia tuju, maka malaikat rahmat pun mengambil nyawanya." (HR. Muslim: 2766)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menunjukkan bahwa pintu taubat tetap terbuka bagi siapa pun, sekalipun dosa yang dilakukannya sangat besar seperti pembunuhan berulang kali. Hadis ini juga mengajarkan pentingnya niat yang sungguh-sungguh untuk berhijrah dari lingkungan yang mendorong kemaksiatan menuju lingkungan yang baik sebagai bagian dari proses taubat, serta menegaskan bahwa Allah menilai taubat seseorang dari kesungguhan hati dan arah tujuannya, bukan semata dari amal yang sempat ia kerjakan. Hadis ini memberi pelajaran bahwa seorang muslim hendaknya tidak berputus asa dari rahmat Allah betapapun banyaknya dosa yang pernah dilakukan, selama ia benar-benar berniat kembali kepada-Nya.

Referensi

  1. Abu al-Husein Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi al-Naisaburi, Shahih Muslim (Mesir: Maktabah al-Shafa, 2004), Kitab at-Taubah, Bab Qabul Taubatil Qatil wa in Katsura Qatluhu, hadis no. 2766.

Komentar 0