Hadis tentang Taubat Menghapus Dosa Sebelumnya
Hadis
سَمِعْتُ عَبْدَ اللهِ بْنَ عَمْرٍو ، يَقُولُ : مَنْ تَابَ قَبْلَ مَوْتِهِ عَامًا تِيبَ عَلَيْهِ ، وَمَنْ تَابَ قَبْلَ مَوْتِهِ بِشَهْرٍ تِيبَ عَلَيْهِ ، حَتَّى قَالَ : يَوْمًا ، حَتَّى قَالَ : سَاعَةً ، حَتَّى قَالَ : فُوَاقًا ، قَالَ : قَالَ الرَّجُلُ : أَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ مُشْرِكًا أَسْلَمَ ؟ قَالَ : إِنَّمَا أُحَدِّثُكُمْ كَمَا سَمِعْتُ مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ. (روه احمد بن حنبل: ٦۹٢٠).
Terjemahan
Aku mendengar Abdullah bin ‘Amr berkata, “Barang siapa bertobat satu tahun sebelum kematiannya, maka tobatnya diterima. Barang siapa bertobat satu bulan sebelum kematiannya, maka tobatnya diterima.” Kemudian ia terus mengurangi waktunya hingga berkata, “Satu hari.” Kemudian berkata lagi, “Satu jam.” Bahkan sampai berkata, “Sesaat (fuwāq) sebelum kematiannya.” Lalu seseorang bertanya, “Bagaimana jika orang itu seorang musyrik kemudian masuk Islam?” Ia menjawab, “Aku hanya menyampaikan kepada kalian sebagaimana yang aku dengar dari Rasulullah SAW.” (HR Ahmad bin Hanbal: 6920)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menunjukkan bahwa pintu tobat tetap terbuka hingga menjelang kematian selama seseorang belum mencapai keadaan sakaratul maut yang menyebabkan kesempatan untuk bertobat berakhir. Penyebutan rentang waktu yang semakin pendek menunjukkan luasnya rahmat Allah dan kesediaan-Nya menerima tobat hamba yang sungguh-sungguh kembali kepada-Nya. Hadis ini juga mengajarkan agar manusia tidak berputus asa dari ampunan Allah, namun pada saat yang sama tidak menunda-nunda tobat karena tidak seorang pun mengetahui kapan ajal akan datang.

Komentar 0