Hadis tentang Anjuran Memperbanyak Taubat dan Istigfar
Hadis
عَنْ أَبِي بُرْدَةَ، قَالَ: سَمِعْتُ الْأَغَرَّ، وَكَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يُحَدِّثُ ابْنَ عُمَرَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَا أَيُّهَا النَّاسُ، تُوبُوا إِلَى اللَّهِ، فَإِنِّي أَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ. (رواه مسلم: ٢٧٠٢). [1]
Terjemahan
Hadis dari Abu Burdah, ia berkata: Aku mendengar al-Aghar, yang termasuk sahabat Nabi SAW, menceritakan kepada Ibnu Umar, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Wahai sekalian manusia, bertaubatlah kepada Allah SWT, karena sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya seratus kali dalam sehari.” (HR Muslim: 2702)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menunjukkan pentingnya memperbanyak taubat kepada Allah SWT dalam setiap keadaan. Meskipun Rasulullah SAW adalah manusia yang telah diampuni dosa-dosanya dan terjaga dari perbuatan dosa, beliau tetap memperbanyak tobat dan istigfar setiap hari sebagai bentuk penghambaan, kerendahan hati, dan kedekatan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam yang tidak luput dari kesalahan lebih pantas lagi untuk senantiasa bertaubat, beristigfar, dan memperbaiki diri agar memperoleh ampunan dan rahmat Allah SWT.
Referensi
- Abu Dawud Sulaiman ibn al-'Asy'ats al-Sijistaniy Al Azdiy, Sunan Abi Dawud (Beirut: Dar Ibnu Hazam, 1997), juz 20, h. 456.

Komentar 0