Hadis tentang Serius dan Senda Gurau Dalam Masalah Talak
Hadis
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثٌ جِدُّهُنَّ جِدٌّ وَهَزْلُهُنَّ جِدٌّ النِّكَاحُ وَالطَّلَاقُ وَالرَّجْعَةُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَغَيْرِهِمْ قَالَ أَبُو عِيسَى وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ هُوَ ابْنُ حَبِيبِ بْنِ أَرْدَكَ الْمَدَنِيُّ وَابْنُ مَاهَكَ هُوَ عِنْدِي يُوسُفُ بْنُ مَاهَكَ. (رواه الترمذي: ١٢٢١)[1]
Terjemahan
Hadis dari Abu Hurairah ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: "ada tiga perkara yang sungguh-sungguhnya menjadi sungguh dan senda guraunya menjadi sungguh-sungguh: nikah, talak dan ruju'." Abu Isa berkata: hadits ini hasan gharib dan menjadi pedoman amal menurut para ulama dari kalangan sahabat Nabi SAW dan selain mereka. Abu Isa berkata: Abdurrahman adalah Ibnu Habib bin Ardak Al-Madani dan Ibnu Mahak menurutku adalah Yusuf bin Mahak. (HR al-Tirmidzi: 1221).
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan bahwa perkara nikah, talak, dan rujuk merupakan urusan yang sangat serius dalam Islam sehingga tidak boleh dijadikan bahan permainan atau candaan. Walaupun diucapkan dengan bercanda, hukum dari ucapan tersebut tetap berlaku dan dianggap sah. Hadis ini menunjukkan pentingnya menjaga lisan dan berhati-hati dalam berbicara, terutama dalam urusan rumah tangga yang berkaitan dengan akad dan perceraian. Selain itu, hadis ini juga mengajarkan bahwa Islam sangat menjaga kehormatan dan kejelasan hubungan suami istri agar tidak terjadi kerusakan akibat ucapan yang tidak dipikirkan dengan baik.
Referensi
- Abu `Isa Muhammad bin `Isa bin Saurah at-Tirmidzi, Sunan at-Tirmidzi, (Riyadh: Maktabah al-Ma’arif, 1420 H/2000 M), Juz 5, h. 49.

Komentar 0