Hadis tentang Keutamaan Tangan yang Memberi dalam Sedekah
Hadis
، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ ـ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا ـ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ، وَهُوَ يَذْكُرُ الصَّدَقَةَ وَالتَّعَفُّفَ عَنِ الْمَسْأَلَةِ الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى، وَالْيَدُ الْعُلْيَا هِيَ الْمُنْفِقَةُ، وَالسُّفْلَى هِيَ السَّائِلَةُ (رواه البخاري: ١٤٢٦)[1]
Terjemahan
Hadis dari Abdullah bin Umar Ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda ketika beliau berada di atas mimbar, saat itu beliau menyebutkan tentang sedekah dan menjaga diri dari meminta-minta:'Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Tangan yang di atas adalah yang memberi (berinfak), sedangkan tangan yang di bawah adalah yang meminta-minta.” (HR al- Bukhari:1426)
Isi Kandungan Hadis
Prinsip utama yang diajarkan Rasulullah SAW adalah mengenai kemuliaan orang yang memberi dibandingkan orang yang meminta-minta. "Tangan di atas" melambangkan posisi pemberi yang memiliki kelebihan harta, kemauan untuk berbagi, dan kemandirian ekonomi. Melalui hadis ini, Islam mendorong umatnya untuk menjadi pribadi yang produktif dan pekerja keras agar mampu berada di posisi pemberi.
Referensi
1. Muhammad bin Ismail al-Bukhari, Al-Jami’ al-Musnad as-Shahih al-Mukhtasar Min Umur Rasulillah Sallallahu ’Alaihi Wa Sallam Wa Sunanih Wa Ayyamih, (Dar al- Kutub al-Ilmiah, 1981). Juz 2. h. 1426.

Komentar 0