Hadis tentang Larangan Menarik Kembali Sedekah
Hadis
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعَائِدُ فِي هِبَتِهِ كَالْكَلْبِ يَقِيءُ ثُمَّ يَعُودُ فِي قَيْئِهِ (رواه البخاري : ٢٦٢٢)[1]
Terjemahan
Hadis dari Ibnu Abbas RA, ia berkata: Muhammad SAW bersabda:"Orang yang menarik kembali hibah (pemberian)-nya adalah seperti seekor anjing yang muntah, kemudian kembali lagi memakan muntahnya."(HR al-Bukhari : 2622)
Isi Kandungan Hadis
Perumpamaan anjing yang memakan kembali
muntahannya adalah salah satu bentuk sindiran paling tajam dalam hadis Nabi
SAW. Secara psikologis, muntah adalah sesuatu yang menjijikkan bagi fitrah
manusia, sehingga orang yang mengambil kembali sedekahnya diibaratkan sedang
melakukan sesuatu yang secara moral sangat hina dan menjijikkan. Penggunaan
analogi ini bertujuan agar seorang Muslim merasa sangat enggan dan malu untuk
meminta kembali harta yang telah ia lepaskan demi Allah.
Referensi
1.Muhammad bin Ismail al-Bukhari, Al-Jami’ al-Musnad as-Shahih al-Mukhtasar Min Umur Rasulillah Sallallahu ’Alaihi Wa Sallam Wa Sunanih Wa Ayyamih, (Dar al- Kutub al-Ilmiah, 1981). h. 2622.

Komentar 0