40 HADIS SEDEKAH

KTI

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Selamat datang di Aplikasi 40 Hadis Digital tentang Sedekah. Temukan untaian sabda Rasulullah SAW tentang keutamaan berbagi, dan mari bersama-sama menjemput keberkahan di setiap hela nafas kita. Selamat menjelajah dan mengamalkan!"

Foto Daffa Pratama

Tentang Penulis

Daffa Pratama

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS SEDEKAH

Penyusun: Daffa Pratama

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Sinergi Sedekah

Disusun oleh: Daffa Pratama (@daffapratama_) · Bagian dari 40 HADIS SEDEKAH

Hadis

 عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبَّاسٍ أَخْبَرَهُ أَنَّ أَبَا سُفْيَانَ أَخْبَرَهُ أَنَّ هِرَقْلَ أَرْسَلَ إِلَيْهِ فَقَالَ يَعْنِي النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُنَا بِالصَّلَاةِ وَالصَّدَقَةِ وَالْعَفَافِ وَالصِّلَةِ(رواه البخاري ٥٥٢٢:)[1]

Terjemahan

Hadis dari Ibnu Syihab dari 'Ubaidullah bin Abdullah bahwa Abdullah bin Abbas telah mengabarkan kepadanya, bahwa Abu Sufyan telah mengabarkan kepadanya bahwa Heraklius pernah mengutusnya kepada Nabi, lalu beliau yaitu Nabi  SAW bersabda: "Kami di perintahkan (oleh Allah) untuk menegakkan shalat, bersedekah, mema'afkan dan menjaling hubungan persaudaraan."(HR al-Bukhari: 5522)

Isi Kandungan Hadis

Kandungan utama dari teks tersebut mencakup empat pilar fundamental yang mengintegrasikan kesalehan ritual, moralitas personal, dan keadilan sosial. Pilar pertama digambarkan melalui perintah mendirikan salat sebagai poros utama hubungan spiritual hamba dengan Pencipta (hablum minallah). Selanjutnya, dimensi ekonomi-sosial diwujudkan melalui perintah bersedekah sebagai instrumen distribusi kesejahteraan dan empati kepada sesama manusia yang membutuhkan. Selain penataan eksternal, hadis ini juga menekankan aspek internal-moral melalui konsep al-'afaf, yaitu komitmen normatif untuk menjaga kesucian diri, kehormatan, dan integritas etis dari perilaku yang tidak terpuji. 

Referensi

1.Muhammad bin Ismail al-Bukhari, Al-Jami’ al-Musnad as-Shahih al-Mukhtasar Min Umur Rasulillah Sallallahu ’Alaihi Wa Sallam Wa Sunanih Wa Ayyamih, (Dar al- Kutub al-Ilmiah, 1981). Juz 2. h. 5522.

Komentar 0