Hadis tentang Keutamaan Sedekah Sembunyi-sembunyi
Hadis
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: "سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ... [منهم] وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ" (رواه البخاري:١٤٢٣)[1]
Terjemahan
Hadis Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda: "Ada tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya [salah satunya adalah] seorang laki-laki yang bersedekah kemudian ia menyembunyikannya, hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya." (HR al- Bukhari : 1423)
Isi Kandungan Hadis
hadis sedekah secara rahasia ini menekankan pada konsep keikhlasan mutlak dan menjaga kehormatan sesama. Secara mendalam, perumpamaan tangan kiri yang tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanan menggambarkan tingkat kerahasiaan yang sangat tinggi, di mana seorang mukmin berusaha keras untuk melupakan amal kebaikannya sendiri sesaat setelah melakukannya agar terhindar dari penyakit hati seperti riya (pamer) atau ujub (bangga diri). Dengan menyembunyikan sedekah, seseorang sedang membangun hubungan yang sangat personal dan jujur dengan Allah, karena tidak ada saksi lain yang diharapkan pujiannya selain Sang Pencipta.
Refrensi
1.Muhammad bin Ismail al-Bukhari, Al-Jami’ al-Musnad as-Shahih al-Mukhtasar Min Umur Rasulillah Sallallahu ’Alaihi Wa Sallam Wa Sunanih Wa Ayyamih, (Dar al- Kutub al-Ilmiah, 1981). h. 1423.

Komentar 0