40 HADIS SEDEKAH

KTI

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Selamat datang di Aplikasi 40 Hadis Digital tentang Sedekah. Temukan untaian sabda Rasulullah SAW tentang keutamaan berbagi, dan mari bersama-sama menjemput keberkahan di setiap hela nafas kita. Selamat menjelajah dan mengamalkan!"

Foto Daffa Pratama

Tentang Penulis

Daffa Pratama

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS SEDEKAH

Penyusun: Daffa Pratama

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Sedekah yang Paling Utama dalam Islam

Disusun oleh: Daffa Pratama (@daffapratama_) · Bagian dari 40 HADIS SEDEKAH

Hadis

حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عُثْمَانَ قَالَ سَمِعْتُ مُوسَى بْنَ طَلْحَةَ أَنَّ حَكِيمَ بْنَ حِزَامٍ حَدَّثَهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ مَا كَانَ عَنْ ظَهْرِ غِنًى وَالْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ  ».(رواه النسائى: ٢٥٥٥ )[1]

Terjemahan

 'Amru bin 'Utsman,telah menceritakan kepada kami ia berkata: Aku mendengar Musa bin Thalhah bahwa Hakim bin Hizam menceritakan kepadanya, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda:'Sedekah yang paling utama adalah yang dikeluarkan dari kelebihan harta (setelah kebutuhan keluarga terpenuhi), tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah, dan mulailah (pemberian itu) kepada orang yang menjadi tanggung jawabmu.”(HR al-Nasa'i:2555)

Isi Kandungan Hadis

 Hadis ini memberikan panduan yang sangat sistematis mengenai cara mengelola kedermawanan agar tetap selaras dengan tanggung jawab pribadi. Prinsip pertama, yaitu sedekah dari kelebihan harta ('an zhahri ghinan), mengajarkan bahwa Islam sangat menghargai stabilitas ekonomi keluarga. Seseorang dianjurkan untuk memastikan kebutuhan dasar dirinya dan orang-orang di rumahnya telah aman sebelum memberikan bantuan kepada pihak luar.

Referensi

1.Imam al-Hafiz Abi Abdurrahman Ahmad bin Syu‘aib bin Ali Al-Khurasani an-Nasa’i, Sunan an-
Nasa’i, (Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1971), h. 2555.


Komentar 0