Hadis tentang Orang-orang yang Mencela Sedekah
Hadis
عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: لَمَّا نَزَلَتْ آيَةُ الصَّدَقَةِ كُنَّا نُحَامِلُ، فَجَاءَ رَجُلٌ فَتَصَدَّقَ بِشَيْءٍ كَثِيرٍ، فَقَالُوا: مُرَائِي، وَجَاءَ رَجُلٌ فَتَصَدَّقَ بِصَاعٍ، فَقَالُوا: إِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنْ صَاعِ هَذَا، فَنَزَلَتْ: ﴿الَّذِينَ يَلْمِزُونَ الْمُطَّوِّعِينَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ فِي الصَّدَقَاتِ وَالَّذِينَ لَا يَجِدُونَ إِلَّا جُهْدَهُمْ﴾. (الآية (رواه البخاري: ١٣٤٩)[1]
Terjemahan
Hadis dari Abu Mas'ud RA, ia berkata: 'Ketika ayat tentang sedekah turun, kami bekerja sebagai kuli panggul (untuk mendapatkan upah agar bisa bersedekah). Lalu datanglah seorang laki-laki yang bersedekah dengan jumlah yang sangat banyak, maka orang-orang (munafik) berkata: Dia pamer (Riya)! Kemudian datang lagi laki-laki lain yang bersedekah hanya sebanyak satu sha' (kurma), lalu mereka berkata: Sesungguhnya Allah tidak butuh dengan satu sha' orang ini.”(HR al-Bukhari :1349)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini mengandung makna yang sangat mendalam mengenai hakikat ketulusan dalam beramal dan perilaku buruk kaum munafik. Pada masa itu, para sahabat Nabi SAW yang kekurangan harta tidak menjadikan kemiskinan sebagai alasan untuk tidak bersedekah; mereka justru bekerja keras sebagai kuli panggul demi mendapatkan sedikit upah agar bisa berkontribusi dalam perjuangan Islam. Namun, kaum munafik selalu mencari celah untuk merendahkan amal kaum mukminin. Ketika ada orang kaya bersedekah dalam jumlah besar, mereka menuduhnya pamer (riya).
Referensi
1.Muhammad bin Ismail al-Bukhari, Al-Jami’ al-Musnad as-Shahih al-Mukhtasar Min Umur Rasulillah Sallallahu ’Alaihi Wa Sallam Wa Sunanih Wa Ayyamih, (Dar al- Kutub al-Ilmiah, 1981)h. 1349.

Komentar 0