Hadis tentang Belomba-lomba dalam Sedekah
Hadis
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (مَنْ تَصَدَّقَ بِعَدْلِ تَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ، وَلَا يَقْبَلُ اللَّهُ إِلَّا الطَّيِّبَ، وَإِنَّ اللَّهَ يَتَقَبَّلُهَا بِيَمِينِهِ، ثُمَّ يُرَبِّيهَا لِصَاحِبِهَا، كَمَا يُرَبِّي أَحَدُكُمْ فَلُوَّهُ، حَتَّى تَكُونَ مِثْلَ الْجَبَلِ) (رواه البخاري: ١٣٤٤)[1]
Terjemahan
Hadis dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda:'Barangsiapa yang bersedekah senilai sebutir kurma dari hasil usaha yang baik (halal)—dan Allah tidak menerima kecuali yang baik maka sesungguhnya Allah menerimanya dengan 'tangan kanan-Nya', kemudian mengembangkan (memelihara) sedekah itu untuk pemiliknya sebagaimana salah seorang di antara kalian memelihara anak kudanya (faluwwahu), hingga sedekah itu menjadi sebesar gunung.” (HR al- Bukhari: 1344)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini memberikan perumpamaan yang luar biasa mengenai bagaimana Allah Yang Maha Pemurah menghargai setiap amal hamba-Nya. Pesan utamanya adalah bahwa dalam bersedekah, yang menjadi tolok ukur bukanlah besarnya nominal, melainkan kualitas kehalalan harta tersebut dan ketulusan hati pelakunya. Rasulullah SAW menegaskan bahwa Allah adalah Zat yang Mahasuci dan hanya menerima sesuatu yang bersumber dari cara yang halal (thayyib). Bahkan, sedekah yang terlihat remeh—seperti sebutir kurma—jika berasal dari keringat yang jujur, akan disambut oleh Allah dengan penuh keridaan, yang digambarkan secara metaforis dengan "diterima oleh tangan kanan-Nya" sebagai bentuk penghormatan dan penerimaan yang sempurna.
Referensi
1.Muhammad bin Ismail al-Bukhari, Al-Jami’ al-Musnad as-Shahih al-Mukhtasar Min Umur Rasulillah Sallallahu ’Alaihi Wa Sallam Wa Sunanih Wa Ayyamih, (Dar al- Kutub al-Ilmiah, 1981). Juz 2. h. 1344.

Komentar 0