40 HADIS HALAL DAN HARAM

KTI

Selamat Datang Sahabat Hadis

Cintailah Rasulullah SAW dengan cara membaca, memahami dan mengamalkan hadisnya, silakan telusuri aplikasi ini untuk menemukan apa yang anda perlukan, semoga bermanfaat.

Foto Ahmat al athos

Tentang Penulis

Ahmat al athos

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS HALAL DAN HARAM

Penyusun: Ahmat al athos

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Kehalalan Berbohong dalam Tiga Hal

Disusun oleh: Ahmat al athos (@al_Atos) · Bagian dari 40 HADIS HALAL DAN HARAM

Hadis

عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ يَزِيدَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لاَ يَحِلُّ الْكَذِبُ إِلاَّ فِى ثَلاَثٍ يُحَدِّثُ الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ لِيُرْضِيَهَا وَالْكَذِبُ فِى الْحَرْبِ وَالْكَذِبُ لِيُصْلِحَ بَيْنَ النَّاسِ. (رواه الترمذي: ٢٠٦٤)[1]

Terjemahan

Hadis dari Asma’ binti Yazid RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: tidak halal berbohong kecuali dalam tiga hal: seorang laki-laki yang berbicara kepada istrinya untuk menyenangkannya, berbohong dalam peperangan dan berbohong untuk mendamaikan antara manusia.  (HR al-Tirmidzi: 2064)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan bahwa pada dasarnya berbohong adalah haram dalam Islam, namun terdapat tiga kondisi tertentu yang dibolehkan karena adanya kebutuhan dan kemaslahatan yang lebih besar. Tiga keadaan tersebut adalah dalam peperangan, untuk mendamaikan perselisihan antara manusia, dan perkataan seorang suami kepada istrinya dalam rangka menjaga keharmonisan rumah tangga. Dalam konteks ini, “berbohong” yang dimaksud bukan untuk merugikan, tetapi untuk mencapai kebaikan dan mencegah kerusakan.

Referensi

  1. Abu Isa Muhammad bin Isa bin Saurah at-Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi  (Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1971), Juz 7, h. 408.


Komentar 0