Hadis tentang Kehalalan Harta Rampasan Perang
Hadis
حَدَّثَنَا يَزِيدُ، هُوَ ابْنُ صُهَيْبٍ الْفَقِيرُ،قَالَ أَخْبَرَنَا جَابِرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: أُعْطِيتُ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ أَحَدٌ قَبْلِي: نُصِرْتُ بِالرُّعْبِ مَسِيرَةَ شَهْرٍ، وَجُعِلَتْ لِيَ الأَرْضُ مَسْجِدًا وَطَهُورًا، فَأَيُّمَا رَجُلٍ مِنْ أُمَّتِي أَدْرَكَتْهُ الصَّلَاةُ فَلْيُصَلِّ، وَأُحِلَّتْ لِيَ الْمَغَانِمُ وَلَمْ تَحِلَّ لِأَحَدٍ قَبْلِي، وَأُعْطِيتُ الشَّفَاعَةَ، وَكَانَ النَّبِيُّ يُبْعَثُ إِلَى قَوْمِهِ خَاصَّةً وَبُعِثْتُ إِلَى النَّاسِ عَامَّةً. (رواه البخاري: ٣٢٨)[1]
Terjemahan
Yazid, yaitu Ibnu Suhaib al-Faqir telah menceritakan kepada kami, ia berkata: Jabir bin Abdullah telah mengabarkan kepadaku bahwa Nabi SAW bersabda: aku diberi lima perkara yang tidak diberikan kepada seorang pun sebelumku: aku ditolong dengan rasa takut sejauh perjalanan sebulan, dijadikan bagiku bumi sebagai tempat sujud dan alat bersuci, maka siapa saja dari umatku yang mendapati waktu salat, hendaklah ia salat (di mana saja), dihalalkan bagiku harta rampasan perang, dan tidak dihalalkan bagi seorang pun sebelumku, aku diberi syafaat dan dahulu seorang nabi diutus khusus kepada kaumnya, sedangkan aku diutus kepada seluruh manusia. (HR al-Bukhari: 238)
Isi Kandungan Hadis
Hadis tentang kehalalan harta rampasan perang (ghanimah) mengandung penjelasan bahwa Allah Swt. memberikan keistimewaan kepada Nabi Muhammad SAW dan umat Islam dengan menghalalkan harta rampasan perang, sesuatu yang tidak dihalalkan bagi umat-umat terdahulu. Harta tersebut hanya boleh diperoleh melalui peperangan yang dibenarkan oleh syariat dan pembagiannya harus dilakukan sesuai ketentuan Islam. Selain itu, kehalalan ghanimah menunjukkan kemudahan dan rahmat Allah kepada umat Nabi Muhammad SAW, sekaligus mengajarkan nilai kejujuran, amanah, dan kepatuhan terhadap aturan syariat dalam pengelolaan harta.
Referensi
- Abu ‘Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhari, al-Jami’ al-Musnad al-Shahih al-Mukhtasar Min Umur Rasulillah Sallallahu ’Alaihi wa Sallam wa Sunanihi wa Ayyamih, Juz 1, h. 128.

Komentar 0