Hadis tentang Larangan bagi Wanita Bepergian tanpa Mahram
Hadis
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَا يَحِلُّ لِامْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أَنْ تُسَافِرَ مَسِيرَةَ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ لَيْسَ مَعَهَا حُرْمَةٌ. (رواه البخاري: ١٠٣٨)[1]
Terjemahan
Hadis dari Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah SAW. bersabda: tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk bepergian sehari semalam tanpa mahram. (HR al-Bukhari: 1038)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan larangan bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk melakukan perjalanan selama sehari semalam tanpa disertai mahram. Ketentuan ini menunjukkan adanya perlindungan dan penjagaan terhadap kehormatan serta keselamatan wanita dalam Islam. Kehadiran mahram dalam perjalanan menjadi bentuk tanggung jawab dan penjagaan agar wanita tidak berada dalam situasi yang berisiko atau membahayakan dirinya.
Referensi
- Abu ‘Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhari, al-Jami’ al-Musnad al-Shahih al-Mukhtasar Min Umur Rasulillah Sallallahu ’Alaihi wa Sallam wa Sunanihi wa Ayyamih, Juz 1, h. 369.

Komentar 0