40 HADIS EKOTEOLOGI

KTI

Assalamu'alaikum, Selamat Datang di Aplikasi 40 Hadis Ekoteologi

Ekoteologi merupakan cara pandang yang menghubungkan ajaran agama dengan kepedulian terhadap alam dan lingkungan. Kata ini gabungan dari ekologi (ilmu tentang lingkungan) dan teologi (ilmu tentang ketuhanan). Lalu, bagaimana hadis Nabi SAW memandang hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan? Temukan jawabannya melalui koleksi hadis dalam aplikasi ini.

Foto Milda Yanti Putri

Tentang Penulis

Milda Yanti Putri

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS EKOTEOLOGI

Penyusun: Milda Yanti Putri

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Larangan Mengadu Hewan

Disusun oleh: Milda Yanti Putri (@mildaputri_) · Bagian dari 40 HADIS EKOTEOLOGI

Hadis

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَنِ التَّحْرِيشِ بَيْنَ الْبَهَائِمِ. (رواه أبو داود: ٢٥٦٤)[١] 

Terjemahan

Hadis Ibnu Abbas ia berkata: Rasulullah SAW melarang mengadu (perkelahian) antara binatang. (HR Abu Dawud: 2564)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan tentang larangan tindakan mengadu atau memperkelahikan hewan karena termasuk bentuk penyiksaan dan eksploitasi yang tidak beralasan. Secara ekoteologis, larangan ini menegaskan bahwa manusia harus menjaga keharmonisan antar makhluk dan tidak menjadikan hewan sebagai objek hiburan yang merusak kesejahteraannya. Hal ini mencerminkan etika kasih sayang dan tanggung jawab ekologis di mana manusia berperan menjaga keseimbangan dan kedamaian dalam ekosistem bukan menciptakan kerusakan.

Referensi

  1. Abu Dawud Sulaiman bin al-'Asy’ats al-Sijistaniy al-Azdiy, Sunan Abi Dawud,  (Beirut: Dar Ibnu Hazam, 1997), Juz 7, h. 477.

Komentar 0