Hadis tentang Anjuran Menyayangi Makhluk di Bumi
Hadis
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ ارْحَمُوا مَنْ فِى الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِى السَّمَاءِ الرَّحِمُ شُجْنَةٌ مِنَ الرَّحْمَنِ فَمَنْ وَصَلَهَا وَصَلَهُ اللَّهُ وَمَنْ قَطَعَهَا قَطَعَهُ اللَّهُ. قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ. (رواه الترمزي: ٢٠٤٩)[١]
Terjemahan
Hadis dari Abdullah bin Amr ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: orang-orang yang mengasihi akan dikasihi oleh al-Rahman, berkasih sayanglah kepada siapapun yang ada di bumi, niscaya yang ada di langit akan mengasihi kalian. Lafaz al-Rahim itu diambil dari lafazh al-Rahman, maka barang siapa yang menyambung tali silaturrahmi niscaya Allah akan menyambungnya dan barang siapa yang memutus tali silaturrahmi maka Allah akan memutusnya. Abu 'Isa (Imam al-Tirmidzi) berkata: ini merupakan hadis hasan shahih. (HR al-Tirmidzi: 2049)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan tentang pentingnya sikap kasih sayang universal terhadap seluruh makhluk di bumi. Secara ekoteologis, perintah “menyayangi yang di bumi” mencakup manusia, hewan, dan lingkungan, sehingga mendorong perilaku ramah lingkungan, tidak merusak, dan penuh kepedulian terhadap keberlangsungan ekosistem. Kasih sayang tersebut menjadi sebab turunnya rahmat Allah SWT. Ini menunjukkan bahwa hubungan harmonis dengan alam adalah bagian dari hubungan spiritual dengan Tuhan. Oleh karena itu, merawat bumi dan seluruh isinya merupakan manifestasi nyata dari nilai rahmah dalam Islam.
Referensi
- Abu Isa Muhammad bin Isa bin Saurah al-Tirmidzi, Sunan al-Tirmidzi, (Beirut: Dar al-Fikr, 1971), Juz 7, h. 383.

Komentar 0