Hadis tentang Kedudukan Spritual Pohon dalam Islam
Hadis
أَخْبَرَنِى حَفْصُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ رضى الله عنهما يَقُولُ كَانَ الْمَسْجِدُ مَسْقُوفًا عَلَى جُذُوعٍ مِنْ نَخْلٍ فَكَانَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم إِذَا خَطَبَ يَقُومُ إِلَى جِذْعٍ مِنْهَا، فَلَمَّا صُنِعَ لَهُ الْمِنْبَرُ، وَكَانَ عَلَيْهِ فَسَمِعْنَا لِذَلِكَ الْجِذْعِ صَوْتًا كَصَوْتِ الْعِشَارِ، حَتَّى جَاءَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم فَوَضَعَ يَدَهُ عَلَيْهَا فَسَكَنَتْ. (رواه البخاري: ٣٥٨٥)[١]
Terjemahan
Hafsh bin 'Ubaidullah bin Anas bin Malik telah mengabarkan kepadaku bahwa dia mendengar Jabir bin Abdullah RA berkata: dahulu masjid (Nabawi) tiang-tiangnya dibuat dari batang-batang pohon kurma dan apabila berkhuthbah Nabi SAW berdiri pada salah satu batang-batang pohon kurma tersebut. Ketika beliau telah dibuatkan mimbar dan ia berkhuthbah dengan berdiri di atasnya, kami mendengar suara dari batang kayu tersebut bagaikan suara unta yang hampir beranak lalu Nabi SAW datang menghampirinya kemudian meletakkan tangannya pada batang kayu tersebut hingga akhirnya batang kayu itu terdiam. (HR al-Bukhari: 3585)
Isi Kandungan Hadis
Hadis menjelaskan tentang batang kurma yang menangis ketika ditinggalkan Nabi SAW menunjukkan bahwa alam dalam perspektif Islam bukan sekadar objek yang dapat dimanfaatkan manusia, tetapi merupakan bagian dari ciptaan Allah SWT yang memiliki nilai dan kedudukan spiritual. Peristiwa tersebut menggambarkan bahwa makhluk non-manusia memiliki bentuk keterhubungan dengan Allah SWT yang mungkin tidak dipahami oleh manusia. Secara ekoteologis, hadis ini menegaskan pentingnya membangun relasi manusia dengan alam berdasarkan kasih sayang (rahmah), penghormatan, dan tanggung jawab (amanah) sebagai khalifah di bumi, sehingga alam tidak diperlakukan secara eksploitatif, melainkan dijaga sebagai bagian dari tanda-tanda kebesaran Allah SWT.
Referensi
- Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, (Beirut: Dar al-Fikr, 2006), Juz 12, h. 333.

Komentar 0