Hadis tentang Menyingkirkan Gangguan di Jalan Sebagian dari Iman
Hadis
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ. (رواه مسلم: ١٦٢)[١]
Terjemahan
Hadis Abu Hurairah dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: iman itu ada tujuh puluh lebih atau enam puluh lebih cabang. Yang paling utama adalah perkataan Laa Ilaaha Illallahu (tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah). Dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Malu itu adalah sebagian dari iman. (HR Muslim: 162)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan tentang iman memiliki banyak cabang dan salah satu yang paling sederhana, namun penting adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Ditinjau berdasarkan perspektif ekoteologi, hal ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kebersihan dan keselamatan lingkungan publik merupakan bagian integral dari keimanan. Tindakan kecil seperti membersihkan jalan mencerminkan tanggung jawab manusia dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan mencegah mudarat bagi makhluk lain, sehingga menjadi wujud nyata iman dalam kehidupan sehari-hari.
Referensi
- Abu al-Husein Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi al-Naisaburi, Shahih Muslim, (Mesir: Maktabah al-Shafa, 2004), Juz 1, h. 46.

Komentar 0