40 HADIS EKOTEOLOGI

KTI

Assalamu'alaikum, Selamat Datang di Aplikasi 40 Hadis Ekoteologi

Ekoteologi merupakan cara pandang yang menghubungkan ajaran agama dengan kepedulian terhadap alam dan lingkungan. Kata ini gabungan dari ekologi (ilmu tentang lingkungan) dan teologi (ilmu tentang ketuhanan). Lalu, bagaimana hadis Nabi SAW memandang hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan? Temukan jawabannya melalui koleksi hadis dalam aplikasi ini.

Foto Milda Yanti Putri

Tentang Penulis

Milda Yanti Putri

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS EKOTEOLOGI

Penyusun: Milda Yanti Putri

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Larangan Berlebihan dalam Menggunakan Air

Disusun oleh: Milda Yanti Putri (@mildaputri_) · Bagian dari 40 HADIS EKOTEOLOGI

Hadis

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَرَّ بِسَعْدٍ وَهُوَ يَتَوَضَّأُ فَقَالَ مَا هَذَا السَّرَفُ. فَقَالَ أَفِى الْوُضُوءِ إِسْرَافٌ قَالَ نَعَمْ وَإِنْ كُنْتَ عَلَى نَهَرٍ جَارٍ. (رواه مسلم: ٤٦٠)[١] 

Terjemahan

Hadis dari Abdullah bin Amar, Rasulullah SAW melewati Sa'ad yang sedang berwudhu, maka ia bersabda: mengapa pemborosan  ini? Sa'ad bertanya: apakah dalam wudu ada pemborosan? Nabi bersabda: ya, meskipun engkau berada di sungai yang mengalir. (HR Muslim: 460)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan tentang larangan berlebih-lebihan dalam penggunaan air, meskipun ketersediaannya melimpah ruah, sehingga menunjukkan pentingnya sikap hemat dan proporsional dalam memanfaatkan sumber daya alam. Ditinjau berdasarkan perspektif ekoteologi, pesan ini mengandung prinsip keberlanjutan. Air sebagai sumber kehidupan harus dijaga dan tidak disia-siakan, karena eksploitasi berlebihan dapat merusak keseimbangan lingkungan. Dengan demikian, penggunaan air secara bijak menjadi bagian dari tanggung jawab spiritual manusia dalam merawat bumi sebagai amanah Allah SWT.

Rerefensi

  1. Abu al-Husein Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi al-Naisaburi, Shahih Muslim,  (Mesir: Maktabah al-Shafa, 2004), Juz 2, h. 56.

Komentar 0