Hadis tentang Larangan Berlebihan dalam Menggunakan Air
Hadis
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَرَّ بِسَعْدٍ وَهُوَ يَتَوَضَّأُ فَقَالَ مَا هَذَا السَّرَفُ. فَقَالَ أَفِى الْوُضُوءِ إِسْرَافٌ قَالَ نَعَمْ وَإِنْ كُنْتَ عَلَى نَهَرٍ جَارٍ. (رواه مسلم: ٤٦٠)[١]
Terjemahan
Hadis dari Abdullah bin Amar, Rasulullah SAW melewati Sa'ad yang sedang berwudhu, maka ia bersabda: mengapa pemborosan ini? Sa'ad bertanya: apakah dalam wudu ada pemborosan? Nabi bersabda: ya, meskipun engkau berada di sungai yang mengalir. (HR Muslim: 460)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan tentang larangan berlebih-lebihan dalam penggunaan air, meskipun ketersediaannya melimpah ruah, sehingga menunjukkan pentingnya sikap hemat dan proporsional dalam memanfaatkan sumber daya alam. Ditinjau berdasarkan perspektif ekoteologi, pesan ini mengandung prinsip keberlanjutan. Air sebagai sumber kehidupan harus dijaga dan tidak disia-siakan, karena eksploitasi berlebihan dapat merusak keseimbangan lingkungan. Dengan demikian, penggunaan air secara bijak menjadi bagian dari tanggung jawab spiritual manusia dalam merawat bumi sebagai amanah Allah SWT.
Rerefensi
- Abu al-Husein Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi al-Naisaburi, Shahih Muslim, (Mesir: Maktabah al-Shafa, 2004), Juz 2, h. 56.

Komentar 0