40 HADIS EKOTEOLOGI

KTI

Assalamu'alaikum, Selamat Datang di Aplikasi 40 Hadis Ekoteologi

Ekoteologi merupakan cara pandang yang menghubungkan ajaran agama dengan kepedulian terhadap alam dan lingkungan. Kata ini gabungan dari ekologi (ilmu tentang lingkungan) dan teologi (ilmu tentang ketuhanan). Lalu, bagaimana hadis Nabi SAW memandang hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan? Temukan jawabannya melalui koleksi hadis dalam aplikasi ini.

Foto Milda Yanti Putri

Tentang Penulis

Milda Yanti Putri

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS EKOTEOLOGI

Penyusun: Milda Yanti Putri

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Ancaman Menelantarkan Hewan

Disusun oleh: Milda Yanti Putri (@mildaputri_) · Bagian dari 40 HADIS EKOTEOLOGI

Hadis

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَر رضى الله عنهما أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ عُذِّبَتِ امْرَأَةٌ فِى هِرَّةٍ حَبَسَتْهَا، حَتَّى مَاتَتْ جُوعًا، فَدَخَلَتْ فِيهَا النَّارَ  قَالَ فَقَالَ وَاللَّهُ أَعْلَمُ لاَ أَنْتِ أَطْعَمْتِهَا وَلاَ سَقَيْتِهَا حِينَ حَبَسْتِيهَا، وَلاَ أَنْتِ أَرْسَلْتِيهَا فَأَكَلَتْ مِنْ خَشَاشِ الأَرْضِ. (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ: ٢٣٦٥)[١] 

Terjemahan

Hadis dari 'Abdullah bin 'Umar RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: ada seorang wanita disiksa disebabkan mengurung seekor kucing hingga mati kelaparan lalu wanita itu pun masuk neraka. Nafi' berkata: Nabi berkata: sungguh Allah Maha Mengetahui bahwa kamu tidak memberinya makan dan minum ketika engkau mengurungnya dan tidak membiarkannya berkeliaran sehingga dia dapat memakan serangga tanah. (HR al-Bukhari: 2365)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan tentang ancaman keras bagi orang yang menelantarkan hewan, hingga menyebabkan kematian karena kelaparan sebagai bentuk kezaliman . Secara ekoteologis ini menunjukkan bahwa hewan memiliki hak untuk hidup dan diperlakukan dengan layak, sehingga manusia tidak boleh mengabaikan kebutuhan dasar mereka. Menelantarkan hewan berarti merusak keseimbangan dan melanggar amanah sebagai khalifah, sedangkan menjaga kesejahteraan hewan merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual terhadap seluruh ciptaan Allah SWT.

Referensi

  1. Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il al-Bukhari, Shahih al-Bukhari,  (Beirut: Dar al-Fikr, 2006), Juz 8, h. 462.

Komentar 0