Hadis tentang Do'a Nabi terhadap Keberkahan Hasil Bumi
Hadis
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّهُ قَالَ كَانَ النَّاسُ إِذَا رَأَوْا أَوَّلَ الثَّمَرِ جَاءُوا بِهِ إِلَى النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم فَإِذَا أَخَذَهُ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى ثَمَرِنَا وَبَارِكْ لَنَا فِى مَدِينَتِنَا وَبَارِكْ لَنَا فِى صَاعِنَا وَبَارِكْ لَنَا فِى مُدِّنَا اللَّهُمَّ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ عَبْدُكَ وَخَلِيلُكَ وَنَبِيُّكَ وَإِنِّى عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ وَإِنَّهُ دَعَاكَ لِمَكَّةَ وَإِنِّى أَدْعُوكَ لِلْمَدِينَةِ بِمِثْلِ مَا دَعَاكَ لِمَكَّةَ وَمِثْلِهِ مَعَهُ. قَالَ ثُمَّ يَدْعُو أَصْغَرَ وَلِيدٍ لَهُ فَيُعْطِيهِ ذَلِكَ الثَّمَرَ. (رواه مسلم: ٣٤٠٠)[١]
Terjemahan
Hadis dari Abu Hurairah ia berkata: suatu kebiasaan orang banyak, apabila mereka melihat buah yang pertama-tama kali keluar, mereka membawanya kepada Nabi SAW. Ketika Rasulullah SAW menerimanya, ia berdo'a: Ya Allah, berkahilah buah-buahan kami, berkahilah kota kami, berkahilah sha' kami, dan berkahilah mud kami. Ya Allah, Nabi Ibrahim adalah hamba-Mu dan kekasih-Mu. Sedangkan aku adalah hamba dan Nabi-Mu. Dia berdo'a kepada-Mu bagi kemakmuran Makkah, dan aku berdo'a kepada-Mu bagi kemakmuran Madinah, seperti Ibrahim mendo'akan kota Makkah. Kata Abu Hurairah: kemudian Nabi SAW panggil seorang bocah, lalu diberikannya buah itu kepadanya. (HR Muslim: 3400)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan tentang kebiasaan masyarakat Madinah membawa hasil panen pertama mereka kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk penghormatan dan keberkahan. Ketika menerimanya, Nabi tidak langsung menikmatinya, melainkan terlebih dahulu memanjatkan doa kepada Allah SWT dengan memohon keberkahan atas buah-buahan, kota Madinah, serta takaran sha' dan mudd sebagai satuan ukuran yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Nabi SAW juga menjadikan doa Nabi Ibrahim AS untuk kota Makkah sebagai model dan teladan, lalu memohon hal yang serupa bahkan lebih untuk kota Madinah, yang mencerminkan betapa besarnya perhatian beliau terhadap kesejahteraan bumi dan lingkungan tempat tinggal umatnya. Setelah berdoa, Nabi SAW memberikan buah tersebut kepada anak kecil. Ini sebuah gestur yang sarat makna kasih sayang. Secara ekoteologis, hadis ini mengandung pesan mendalam bahwa hasil bumi adalah anugerah Allah SWT yang harus disyukuri, dijaga, dan didoakan keberkahannya, sehingga hubungan manusia dengan alam tidak bersifat eksploitatif semata, melainkan berlandaskan rasa syukur, tanggung jawab spiritual, dan kesadaran bahwa bumi beserta isinya adalah amanah ilahi yang wajib dipelihara.
Referensi
- Abu al-Husein Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi al-Naisaburi, Shahih Muslim, (Mesir: Maktabah al-Shafa, 2004), Juz 4, h. 116.

Komentar 0