Hadis tentang Niat Jihad dan Bahaya Kemunafikan
Hadis
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ مَاتَ وَلَمْ يَغْزُ وَلَمْ يُحَدِّثْ بِهِ نَفْسَهُ مَاتَ عَلَى شُعْبَةٍ مِنْ نِفَاقٍ (رَوَاهُ مُسْلِمٌ ٥٠٤٠)[١]
Terjemahan
Hadis dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: siapa meninggal dunia tanpa berjihad dan tidak berniat berjihad, maka ia mati dalam cabang kemunafikan.” (HR.Muslim: 5040)
Isi kandungan Hadis
Hadis ini mengajarkan bahwa setiap amal perbuatan, termasuk jihad, sangat bergantung pada niat pelakunya. Seseorang yang berjuang demi mencari ridha Allah akan memperoleh pahala sesuai niatnya, sedangkan orang yang berjuang karena kepentingan duniawi tidak akan mendapatkan pahala jihad di sisi Allah. Oleh karena itu, keikhlasan menjadi syarat utama diterimanya setiap amal ibadah. Seorang Muslim harus selalu meluruskan niatnya dalam setiap perbuatan yang dilakukan.
Referensi
- Muslim bin Hajjaj, Shahih Muslim, Juz 3, Kitab al-Imarah, Bab Fadl al-Jihad, No. 5040, Beirut: Dar Ihya’ al-Turats al-‘Arabi, 2006, hlm. 1512.

Komentar 0