Hadis tentang Semangat berjuang Menegakkan Agama Allah
Hadis
عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ رضي الله عنه قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: الرَّجُلُ يُقَاتِلُ شَجَاعَةً، وَيُقَاتِلُ حَمِيَّةً، وَيُقَاتِلُ رِيَاءً، فَأَيُّ ذَلِكَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟ فَقَالَ: «مَنْ قَاتَلَ لِتَكُونَ كَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ الْعُلْيَا فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ»(رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ٢٨١٠ )[١]
Terjemahan
Dari Abu Musa al-Asy'ari RA ia berkata: Seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW lalu bertanya, "Wahai Rasulullah, ada orang yang berperang karena keberanian, ada yang berperang karena fanatisme (golongan), dan ada pula yang berperang karena ingin dipuji (riya). Manakah di antara mereka yang termasuk berjuang di jalan Allah?"Rasulullah SAW bersabda:"Barang siapa berperang agar kalimat Allah menjadi yang paling tinggi, maka dialah yang berada di jalan Allah.( HR. al-Bukhari 2810)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini mengajarkan bahwa nilai suatu perjuangan ditentukan oleh niatnya. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa jihad yang benar adalah perjuangan yang dilakukan semata-mata untuk meninggikan kalimat Allah, bukan karena keberanian, fanatisme golongan, atau keinginan memperoleh pujian dari manusia. Oleh karena itu, setiap Muslim hendaknya meluruskan niat dalam setiap amal dan perjuangannya agar hanya mengharap rida Allah. Dalam kehidupan sehari-hari, semangat berjihad dapat diwujudkan dengan belajar sungguh-sungguh, berdakwah dengan hikmah, berbuat baik kepada sesama, serta menjaga agama sesuai tuntunan syariat. Dengan demikian, hadis ini menegaskan bahwa keikhlasan merupakan kunci utama diterimanya setiap amal di sisi Allah.
Referensi
- Sahih al-Bukhari. Kitab al-Jihād wa al-Siyar, Bab Man Qātala li Takūna Kalimatullāhi Hiya al-'Ulyā, Hadis No. 2810.

Komentar 0