40 HADIS PUASA

KTI

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ أَهْلًا وَسَهْلًا وَمَرْحَبًا بِكُمْ

Selamat datang, silahkan telusuri aplikasi ini untuk menemukan hadis-hadis seputar puasa. Terima Kasih

Foto Ali Sodikin

Tentang Penulis

Ali Sodikin

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

34 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS PUASA

Penyusun: Ali Sodikin

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Puasa Ayyamul Bidh

Disusun oleh: Ali Sodikin (@SODIKIN_aaa) · Bagian dari 40 HADIS PUASA

Hadis

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ:أَوْصَانِي خَلِيلِي بِثَلَاثٍ: صِيَامِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَرَكْعَتَيِ الضُّحَى، وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ.(رَوَاهُ البُخَارِيُّ: ١٩٨١)[1] 

Terjemahan

Hadis dari Abu Hurairah Ra, ia berkata: Kekasihku (Rasulullah SAW) telah berwasiat kepadaku dengan tiga perkara: berpuasa tiga hari pada setiap bulan, melaksanakan dua rakaat shalat dhuha, dan melaksanakan shalat witir sebelum aku tidur. (HR. Bukhari: 1981)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini berisi wasiat Rasulullah SAW tentang tiga amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk dijaga secara rutin dalam kehidupan sehari-hari. Abu Hurairah Ra menyebut Rasulullah SAW sebagai “kekasihku”, yang menunjukkan kedekatan dan kecintaannya kepada Nabi. Tiga amalan tersebut adalah puasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha dua rakaat, dan melaksanakan shalat witir sebelum tidur. Ketiga amalan ini dipilih karena memiliki keutamaan yang besar namun tetap ringan untuk dilakukan secara terus-menerus.Puasa tiga hari setiap bulan merupakan salah satu bentuk ibadah sunnah yang memiliki pahala sangat besar. Dalam 
hadis lain dijelaskan bahwa setiap kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali, sehingga puasa tiga hari setiap bulan seolah-olah seperti berpuasa sepanjang tahun. Selain itu, puasa sunnah juga melatih kesabaran, pengendalian diri, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah.

Referensi

  1. Muhammad bin Ismail Bin Ibrahim al-Bukhari, Al-Jami’ al-Musnad al-Shahih al-Mukhtasar Min ’Umur Rasulillah Shallallahu ’Alaihi Wa Sallam Wa Sunanihi Wa Ayyamihi (Bairūt: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 2007).,h.477

Komentar 0