40 HADIS PUASA

KTI

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ أَهْلًا وَسَهْلًا وَمَرْحَبًا بِكُمْ

Selamat datang, silahkan telusuri aplikasi ini untuk menemukan hadis-hadis seputar puasa. Terima Kasih

Foto Ali Sodikin

Tentang Penulis

Ali Sodikin

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

34 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS PUASA

Penyusun: Ali Sodikin

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Imsak

Disusun oleh: Ali Sodikin (@SODIKIN_aaa) · Bagian dari 40 HADIS PUASA

Hadis

عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: تَسَحَّرْنَا مَعَ النَّبِيِّ، ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ. قُلْتُ: كَمْ كَانَ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالسُّحُورِ؟ قَالَ: قَدْرُ خَمْسِينَ آيَةً.(رَوَاهُ البُخَارِيُّ: ١٩٢١)[1]

Terjemahan

Hadis dari Zayd ibn Thabit, ia berkata: kami makan sahur bersama Nabi, kemudian beliau berdiri untuk melaksanakan shalat. aku bertanya: berapa jarak antara azan dan sahur? Ia menjawab:  sekitar lima puluh ayat Al-Qur’an. (HR. Bukhari: 1921)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menunjukkan kebiasaan Rasulullah dan para sahabat dalam mengakhirkan waktu sahur hingga mendekati waktu Subuh, namun tetap memberikan jeda yang cukup sebelum pelaksanaan shalat. Penjelasan Zayd ibn Thabit bahwa jarak antara sahur dan azan Subuh adalah sekitar waktu membaca lima puluh ayat Al-Qur’an memberikan gambaran bahwa sahur tidak dilakukan terlalu awal, tetapi juga tidak sampai melewati waktu yang aman untuk bersiap melaksanakan shalat. Hal ini mengandung hikmah agar seorang Muslim memiliki tenaga untuk berpuasa sekaligus tetap siap secara fisik dan spiritual untuk menunaikan shalat Subuh tepat waktu. Hadis ini juga menegaskan keseimbangan dalam ibadah, yaitu menjaga sunnah sahur dan mengutamakan shalat berjamaah tanpa tergesa-gesa atau lalai.

Referensi

  1. Muhammad bin Ismail Bin Ibrahim al-Bukhari, Al-Jami’ al-Musnad al-Shahih al-Mukhtasar Min ’Umur Rasulillah Shallallahu ’Alaihi Wa Sallam Wa Sunanihi Wa Ayyamihi (Bairūt: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 2007).,h.462

Komentar 0