Hadis tentang Penolakan Adanya Wasiat Kekhalifahan
Hadis
عَنْ الْأَسْوَدِ قَالَ ذَكَرُوا عِنْدَ عَائِشَةَ أَنَّ عَلِيًّا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا كَانَ وَصِيًّا فَقَالَتْ مَتَى أَوْصَى إِلَيْهِ وَقَدْ كُنْتُ مُسْنِدَتَهُ إِلَى صَدْرِي أَوْ قَالَتْ حَجْرِي فَدَعَا بِالطَّسْتِ فَلَقَدْ انْخَنَثَ فِي حَجْرِي فَمَا شَعَرْتُ أَنَّهُ قَدْ مَاتَ فَمَتَى أَوْصَى إِلَيْهِ. (رواه البخاري: ٢٥٩٠)[1]
Terjemahan
Hadis dari Al- Aswad berkata: orang-orang menyebutkan di hadapan Aisyah bahwa Ali RA menerima wasiat (kekhalifahan). Maka, dia bertanya: kapan ia memberi wasiat itu kepadanya padahal aku adalah orang yang selalu menyandarkan beliau di dadaku (saat menjelang wafat Rasulullah SAW)? atau dia berkata: berada dalam pangkuanku dimana ia meminta air dalam wadah (terbuat dari tembaga) hingga ia jatuh dalam pangkuanku dan aku tidak sadar kalau ia sudah wafat. Jadi kapan ia memberi wasiat kepadanya?. (HR al-Bukhari: 590)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan bahwa tidak benar anggapan sebagian orang yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW telah memberikan wasiat khusus tentang kepemimpinan (kekhalifahan) kepada Ali bin Abi Thalib. Hal ini ditegaskan oleh Aisyah binti Abu Bakar yang menyatakan bahwa pada saat-saat terakhir kehidupan Rasulullah SAW, beliau berada dalam pangkuannya hingga wafat, dan tidak ada wasiat seperti yang disebutkan tersebut. Hadis ini menunjukkan pentingnya klarifikasi terhadap berita atau isu yang berkembang, terutama yang berkaitan dengan perkara besar dalam agama seperti kepemimpinan umat. Selain itu, hadis ini juga menegaskan bahwa Rasulullah SAW tidak meninggalkan wasiat khusus terkait kekhalifahan kepada individu tertentu, sehingga urusan kepemimpinan setelah beliau diserahkan kepada musyawarah kaum muslimin. Dengan demikian, hadis ini menjadi dalil bagi ulama dalam menolak klaim adanya penunjukan khusus, serta menunjukkan kejujuran dan ketelitian para sahabat dalam meriwayatkan peristiwa penting.
Referensi
- Muhammad bin Ismail bin Ibrahim al-Bukhari, al-Jami’ al-Musnad as-Shahih al-Mukhtasar min Umur Rasulillah sallallahu `Alaihi wa Sallam wa Sunani wa Ayyamih, (Damaskus: Dar Ibn Kathir, 2002), Juz 10, h. 1006.

Komentar 0