40 HADIS WASIAT

KTI

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat datang di aplikasi 40 hadis wasiat, silahkan telusuri aplikasi ini untuk menemukan beragam ilmu yang bermanfaat. Terima kasih

Foto Gustria Henmi Fajri

Tentang Penulis

Gustria Henmi Fajri

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS WASIAT

Penyusun: Gustria Henmi Fajri

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Larangan Berlaku Zalim dalam Wasiat

Disusun oleh: Gustria Henmi Fajri (@gustriahenmifajri) · Bagian dari 40 HADIS WASIAT

Hadis

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْخَيْرِ سَبْعِينَ سَنَةً فَإِذَا أَوْصَى حَافَ فِي وَصِيَّتِهِ فَيُخْتَمُ لَهُ بِشَرِّ عَمَلِهِ فَيَدْخُلُ النَّارَ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الشَّرِّ سَبْعِينَ سَنَةً فَيَعْدِلُ فِي وَصِيَّتِهِ فَيُخْتَمُ لَهُ بِخَيْرِ عَمَلِهِ فَيَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ وَاقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ إِلَى قَوْلِهِ عَذَابٌ مُهِينٌ (رواه ابن ماجه: ٢٨٠٨)[1]

Terjemahan

Hadis dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: sesungguhnya seorang lelaki beramal dengan amalan ahlul khair (kebaikan) selama tujuh puluh tahun kemudian apabila dia berwasiat dan dia bertindak zalim di dalam wasiatnya, maka dia diakhiri dengan perbuatannya yang buruk sehingga dia masuk neraka. Sesungguhnya seorang lelaki beramal dengan amalan pelaku keburukan selama tujuh puluh tahun kemudian dia bersikap adil di dalam wasiatnya maka dia diakhiri dengan perbuatan yang baik sehingga dia masuk surga. Abu Hurairah Berkata: bacalah jika kalian kehendaki: tiulah ketentuan-ketentuan dari Allah sampai firman-Nya adzab yang hina.  (HR Ibnu Majah: 2808)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan bahwa seorang muslim harus berlaku adil dalam membuat wasiat dan tidak boleh berbuat zalim terhadap ahli waris maupun orang lain. Amal kebaikan yang dilakukan selama bertahun-tahun dapat rusak apabila seseorang berbuat curang atau tidak adil dalam wasiatnya, sehingga perbuatan tersebut dapat menjadi sebab datangnya azab Allah SWT. Sebaliknya, seseorang yang sebelumnya banyak melakukan keburukan tetapi kemudian berlaku adil dan jujur dalam wasiatnya dapat memperoleh akhir kehidupan yang baik dan mendapat ampunan serta surga dari Allah SWT. Hadis ini juga mengajarkan bahwa keadilan, kejujuran, dan menjaga hak orang lain merupakan bagian penting dalam ajaran Islam yang harus diterapkan hingga akhir hayat. Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya berhati-hati dalam menyusun wasiat agar tidak merugikan orang lain. Wasiat yang baik akan membawa keberkahan dan menjadi tanda kesempurnaan akhlak seorang mukmin. Selain itu, hadis ini menegaskan bahwa penilaian akhir seseorang tergantung pada bagaimana ia menutup kehidupannya dengan amal perbuatan yang baik. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk senantiasa memperbaiki diri dan menjaga amanah hingga akhir hayat.

Referensi

  1. Abu `Abdillah Muhammad bin Yazid al-Qazwini Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah, (Al-Jubail: Dar al-Siddiq & Beirut: Muassasah al-Rayyan, 1431 H/2010 M), Juz 5,h. 289.

Komentar 0