Hadis tentang Bentuk Syirik jika Bersujud kepada Sesama Manusia
Hadis
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لأَحَدٍ لأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا. قَالَ وَفِى الْبَابِ عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ وَسُرَاقَةَ بْنِ مَالِكِ بْنِ جُعْشُمٍ وَعَائِشَةَ وَابْنِ عَبَّاسٍ وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِى أَوْفَى وَطَلْقِ بْنِ عَلِىٍّ وَأُمِّ سَلَمَةَ وَأَنَسٍ وَابْنِ عُمَرَ. قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَبِى هُرَيْرَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ مِنْ حَدِيثِ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أَبِى سَلَمَةَ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ. (رواه الترمذى: ١١٩٢)[١]
Terjemahan
Hadis dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW bersabda: seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada seseorang, niscaya aku akan memerintahkan seorang wanita untuk sujud kepada suaminya. Ia berkata: dalam bab ini juga terdapat riwayat dari Mu‘adz bin Jabal, Suraqah bin Malik bin Ju‘syum, ‘Aisyah, Ibnu ‘Abbas, ‘Abdullah bin Abi Aufa, Thalq bin ‘Ali, Ummu Salamah, Anas, dan Ibnu ‘Umar. Abu ‘Isa berkata: hadis Abu Hurairah ini adalah hadis hasan gharib dari jalur ini, yaitu dari Muhammad bin ‘Amr, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah. (HR al-Tirmidzi: 1192)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan tentang keagungan hak seorang suami atas istrinya, sekaligus menegaskan larangan keras melakukan tindakan yang menyerupai syirik akbar berupa bersujud kepada selain Allah SWT. Melalui kalimat pengandaian "seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk bersujud...", Rasulullah SAW menetapkan batas yang sangat tegas bahwa ibadah sujud, baik sebagai bentuk penghormatan maupun penyembahan adalah hak mutlak milik Allah SWT yang tidak boleh diberikan kepada makhluk mana pun, termasuk kepada suami yang sangat ditaati. Oleh karena itu, inti hadis ini mengedukasi umat Islam agar tidak terjerumus ke dalam dosa kesyirikan dengan cara memisahkan secara total antara kewajiban menaati manusia dalam hal kebaikan dan kewajiban mengesakan Allah SWT dalam urusan ibadah ritual.
Referensi
- Abu `Isa Muhammad bin `Isa bin Saurah al-Tirmidzi, Sunan al-Tirmidzi, Kitab al-Radha', Bab 10, Hadis nomor 1192, (Riyadh: Maktabah al-Ma’arif, 1420 H/2000 M), h. 594.

Komentar 0