40 HADIS SYIRIK

KTI

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat datang di aplikasi 40 hadis syirik. Semoga aplikasi ini menjadi wasilah untuk menambah ilmu yang bermanfaat, mengenali berbagai bentuk kesyirikan, serta menguatkan kita dalam menjaga kemurnian tauhid. Dan semoga Allah SWT senantiasa membimbing dan meneguhkan kita di atas tauhid hingga akhir hayat. Aamiin ya Rabbal 'alamin.

Foto AHMAD IFANDI

Tentang Penulis

AHMAD IFANDI

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS SYIRIK

Penyusun: AHMAD IFANDI

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Larangan Menyandarkan Nikmat Hujan kepada Bintang untuk Mencegah Kesyirikan

Disusun oleh: AHMAD IFANDI (@ahmadifandi_) · Bagian dari 40 HADIS SYIRIK

Hadis

عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: خَرَجْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامَ الْحُدَيْبِيَةِ فَأَصَابَنَا مَطَرٌ ذَاتَ لَيْلَةٍ، فَصَلَّى لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةَ الصُّبْحِ، ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَيْنَا فَقَالَ: أَتَدْرُونَ مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ؟ قُلْنَا: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. فَقَالَ: قَالَ اللَّهُ أَصْبَحَ مِنْ عِبَادِي مُؤْمِنٌ بِي وَكَافِرٌ بِي، فَأَمَّا مَنْ قَالَ: مُطِرْنَا بِرَحْمَةِ اللَّهِ وَبِرِزْقِ اللَّهِ وَبِفَضْلِ اللَّهِ، فَهُوَ مُؤْمِنٌ بِي كَافِرٌ بِالْكَوْكَبِ، وَأَمَّا مَنْ قَالَ: مُطِرْنَا بِنَجْمِ كَذَا وَكَذَا، فَهُوَ مُؤْمِنٌ بِالْكَوْكَبِ كَافِرٌ بِي. (رواه البخاري: ٣٩١٦)[١]

Terjemahan

Hadis dari Zaid bin Khalid RA, ia berkata: kami keluar bersama Nabi Muhammad SAW pada tahun Hudaibiyah, lalu kami ditimpa hujan pada suatu malam. Maka Rasulullah SAW mengimami kami shalat subuh. Setelah itu Nabi SAW menghadap kepada kami lalu bersabda: tahukah kalian apa yang telah difirmankan oleh Tuhan kalian? kami menjawab: Allah SWT dan Rasul-Nya lebih mengetahui. Nabi SAW bersabda: Allah SWT berfirman: di antara hamba-hamba-Ku ada yang pagi hari menjadi beriman kepada-Ku dan ada yang kafir kepada-Ku. Adapun yang berkata: kami diberi hujan karena rahmat Allah SWT, rezeki Allah SWT, dan karunia-Nya, maka ia beriman kepada-Ku dan kafir kepada bintang. Adapun yang berkata: kami diberi hujan karena bintang ini dan itu, maka ia beriman kepada bintang dan kafir kepada-Ku. (HR al-Bukhari: 3916)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan tentang konsekuensi ucapan manusia dalam menyikapi nikmat Allah SWT, yang dapat mengantarkannya pada keimanan atau justru menjerumuskannya ke dalam syirik. Melalui peristiwa turunnya hujan di Hudaibiyah, Allah SWT menegaskan larangan keras bagi manusia untuk menyandarkan nikmat kepada makhluk. Seseorang secara mencolok dapat jatuh ke dalam syirik akbar jika meyakini bintang memiliki kekuatan gaib yang menciptakan dan mengatur takdir alam. Sementara itu, ia terjatuh ke dalam syirik asghar atau kufur nikmat jika masih meyakini Allah SWT sebagai pencipta, namun mengklaim rasi bintang tertentu sebagai sebab mutlak datangnya rezeki tersebut. Oleh karena itu, inti hadis ini adalah perintah untuk memutus segala bentuk takhayul dan menjaga kemurnian tauhid dengan selalu menyandarkan seluruh nikmat kehidupan hanya kepada karunia dan rahmat Allah SWT.

Referensi

  1. Muhammad bin Ismail bin Ibrahim al-Bukhari, al-Jami’ al-Musnad al-Shahih al-Mukhtasar min Umur Rasulillah sallallahu `Alaihi wa Sallam wa Sunani wa Ayyamih, Kitab al-Maghazi, Bab 35, Hadis nomor 3916, (Damaskus: Dar Ibn Kathir, 2002), h. 1021.

Komentar 0