40 HADIS SYIRIK

KTI

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat datang di aplikasi 40 hadis syirik. Semoga aplikasi ini menjadi wasilah untuk menambah ilmu yang bermanfaat, mengenali berbagai bentuk kesyirikan, serta menguatkan kita dalam menjaga kemurnian tauhid. Dan semoga Allah SWT senantiasa membimbing dan meneguhkan kita di atas tauhid hingga akhir hayat. Aamiin ya Rabbal 'alamin.

Foto AHMAD IFANDI

Tentang Penulis

AHMAD IFANDI

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS SYIRIK

Penyusun: AHMAD IFANDI

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Balasan Perbuatan Syirik

Disusun oleh: AHMAD IFANDI (@ahmadifandi_) · Bagian dari 40 HADIS SYIRIK

Hadis

عَنْ عَبْدِ اللهِ قَالَ: قَالَ النَّبِي كَلِمَةً وقُلتُ أُخْرَى. قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ مَاتَ وَهْوَ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ نِدًّا دَخَلَ النَّارَ. وَقُلْتُ أَنَا مَنْ مَاتَ وَهْوَ لَا يَدْعُو لِلَّهِ نِدًّا دَخلَ الْجَنَّةَ. (رواه البخاري: ٤٤٩٧)[١] 

Terjemahan

Hadis dari Abdullah, ia berkata: Nabi SAW mengucapkan suatu kalimat, dan aku mengucapkan kalimat yang lain. Nabi SAW bersabda: siapa yang meninggal dalam keadaan ia berdoa (menyembah) selain kepada Allah SWT, maka ia masuk neraka. Dan aku berkata: siapa yang meninggal dalam keadaan tidak menjadikan bagi Allah SWT tandingan, maka ia masuk surga. (HR al-Bukhari: 4497)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan tentang penegasan bahwa keselamatan seseorang di akhirat bergantung pada kemurnian tauhid. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang yang meninggal dalam keadaan menyekutukan Allah SWT akan masuk neraka karena syirik merupakan dosa yang merusak dasar keimanan. Sebaliknya, orang yang meninggal dengan tetap beriman kepada Allah SWT tanpa melakukan kesyirikan akan memperoleh surga. Hadis ini mengajarkan pentingnya menjaga keimanan dan mengesakan Allah SWT hingga akhir hayat sebagai kunci keselamatan di akhirat.

Referensi

  1. Muhammad bin Ismail bin Ibrahim al-Bukhari, al-Jami’ al-Musnad al-Shahih al-Mukhtasar min Umur Rasulillah sallallahu `Alaihi wa Sallam wa Sunani wa Ayyamih, Kitab Tafsir, Bab 22, Hadis nomor 4497, (Damaskus: Dar Ibn Kathir, 2002), h. 1102.

Komentar 0