Hadis tentang Sihir sebagai Bentuk Nyata Perbuatan Syirik
Hadis
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ :قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ عَقَدَ عُقْدَةً ثُمَّ نَفَثَ فِيهَا فَقَدْ سَحَرَ وَمَنْ سَحَرَ فَقَدْ أَشْرَكَ وَمَنْ تَعَلَّقَ شَيْئًا وُكِلَ إِلَيْهِ. (رواه النسائى: ٤٠٩٠)[١]
Terjemahan
Hadis dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: siapa yang mengikat suatu ikatan kemudian meniup padanya, maka sungguh ia telah melakukan sihir. Dan siapa yang melakukan sihir, maka sungguh ia telah berbuat syirik. Dan siapa yang menggantungkan sesuatu sebagai jimat atau sandaran, maka ia akan diserahkan (bergantung) kepada benda itu. (HR al-Nasa’i: 4090)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan tentang bahaya sihir dan pergantungan kepada jimat atau benda keramat yang boleh membawa kepada syirik. Rasulullah SAW menjelaskan bahawa perbuatan mengikat simpul lalu meniupnya sebagai amalan sihir adalah dilarang kerana sihir melibatkan pergantungan kepada kuasa selain Allah SWT. Oleh karena itu, melakukan sihir dianggap sebagai perbuatan syirik. Selain itu, hadis ini mengingatkan bahwa siapa yang bergantung kepada jimat atau benda tertentu akan dibiarkan bergantung sepenuhnya kepada benda tersebut tanpa pertolongan Allah SWT, sehingga merusak ketenangan jiwa dan keimanan mereka.
Referensi
- Abu Abdurrahman Ahmad bin Syu’aib al-Nasa’i, Sunan al-Nasa’i al-Mujtaba, Jilid 7, Kitab al-Muharabah, Bab 19, Hadis nomor 4090, (Beirut: Dar al-Risalah al-Alamiyyah, 2018), h. 213.

Komentar 0