40 HADIS SYIRIK

KTI

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat datang di aplikasi 40 hadis syirik. Semoga aplikasi ini menjadi wasilah untuk menambah ilmu yang bermanfaat, mengenali berbagai bentuk kesyirikan, serta menguatkan kita dalam menjaga kemurnian tauhid. Dan semoga Allah SWT senantiasa membimbing dan meneguhkan kita di atas tauhid hingga akhir hayat. Aamiin ya Rabbal 'alamin.

Foto AHMAD IFANDI

Tentang Penulis

AHMAD IFANDI

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS SYIRIK

Penyusun: AHMAD IFANDI

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Syirik sebagai Puncak Kezaliman

Disusun oleh: AHMAD IFANDI (@ahmadifandi_) · Bagian dari 40 HADIS SYIRIK

Hadis

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِيْ بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ اْلكَبَائِرِ ثَلَاثًا قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ: اَلْإِشْرَاكُ بِاللهِ، وَعُقُوْقُ اْلوَالِدَيْنِ وَجَلَسَ وَكَانَ مُتَّكِئًا فَقَالَ أَلَا وَقَوْلُ الزُّوْرِ قَالَ فََمَا زَالَ يُكَرِّرُهَا حَتَّى قُلْنَا: لَيْتَهُ يَسْكُتُ. (رواه البخاري: ٢٥١١)[١]

Terjemahan

Hadis dari ‘Abdurrahman bin Abi Bakrah, dari ayahnya, ia berkata: Nabi SAW bersabda: maukah aku beritahukan kepada kalian dosa-dosa besar yang paling besar? (beliau mengulanginya tiga kali) mereka berkata: tentu wahai Rasulullah SAW. Nabi SAW bersabda: menyekutukan Allah SWT dan durhaka kepada kedua orang tua. Kemudian beliau duduk (padahal sebelumnya bersandar), lalu bersabda: ingatlah, juga perkataan dusta. Perawi berkata: Nabi SAW terus mengulanginya sampai kami berkata: seandainya Nabi SAW berhenti. (HR al-Bukhari: 2511)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menegaskan bahwa syirik merupakan dosa terbesar dan puncak kezaliman karena menyekutukan Allah SWT. Selain itu, Nabi SAW juga mengingatkan agar setiap Muslim berbakti kepada kedua orang tua dan selalu berkata jujur, karena keduanya termasuk perkara yang sangat diperhatikan dalam Islam.

Referensi

  1. Muhammad bin Ismail bin Ibrahim al-Bukhari, al-Jami’ al-Musnad al-Shahih al-Mukhtasar min Umur Rasulillah sallallahu `Alaihi wa Sallam wa Sunani wa Ayyamih, Kitab Syahadat, Bab 10, Hadis nomor 2511, (Damaskus: Dar Ibn Kathir, 2002), h. 645.

Komentar 0