Hadis tentang Iman dalam Qiyam Ramadhan
Hadis
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:(مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ).(رواه البخاري: ٣٧)[1]
Terjemahan
Hadis dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: "barangsiapa yang mendirikan (shalat tarawih) pada bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."(HR al-Bukhari: 37)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini memberikan penekanan pada keutamaan ibadah Qiyam Ramadhan (salat Tarawih) sebagai sarana penggugur dosa bagi umat Muslim. Kandungan utamanya menunjukkan bahwa pengampunan dosa yang dijanjikan Allah tidak didapat hanya dengan sekadar melakukan rutinitas ibadah secara fisik, melainkan harus didasari oleh dua syarat utama, yaitu iman (keyakinan penuh pada perintah Allah) dan ihtisaban (keikhlasan mengharap rida serta pahala hanya dari Allah). Dengan demikian, hadis ini memotivasi setiap mukmin untuk mengoptimalkan malam-malam Ramadan dengan ibadah salat sunah secara bersungguh-sungguh guna meraih pembersihan diri dari dosa-dosa yang telah dilakukan di masa lalu.
Referensi
- Muhammad bin Ismail bin Ibrahim al-Bukhari, Al-Jami' al-Musnad al-Shahih al-Mukhtasar min Umur Rasulillah shallallahu 'alaihi wa sallam wa Sunanihi wa Ayyamih, (Damaskus: Dar Ibn Kathir, 2002), Juz 1, h. 22.

Komentar 0