Hadis tentang Hakikat Iman
Hadis
عَنْ عَلِىِّ بْنِ أَبِى طَالِبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- (الإِيمَانُ مَعْرِفَةٌ بِالْقَلْبِ وَقَوْلٌ بِاللِّسَانِ وَعَمَلٌ بِالأَرْكَانِ). قَالَ أَبُو الصَّلْتِ لَوْ قُرِئَ هَذَا الإِسْنَادُ عَلَى مَجْنُونٍ لَبَرَأَ. (رواه إبن ماجه:٦٨)[1]
Terjemahan
Hadis dari Ali bin Abi Thalib ia berkata, Rasulullah SAW bersabda:"iman adalah keyakinan dalam hati, pengakuan dengan lisan, dan pengamalan dengan anggota badan."Abu Ash Shalt berkata, "seandainya sanad ini dibacakan kepada orang gila, niscaya ia akan sembuh."(HR Ibn Majah: 68)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan bahwa iman merupakan kesatuan yang terdiri dari tiga unsur, yaitu keyakinan dalam hati, pengakuan dengan lisan, dan pengamalan melalui perbuatan. Keyakinan dalam hati menjadi dasar keimanan, kemudian diikrarkan melalui ucapan, serta dibuktikan dengan amal saleh dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, iman tidak cukup hanya diyakini atau diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk ketaatan kepada Allah dan akhlak yang baik terhadap sesama. Hadis ini juga menegaskan bahwa iman mencakup aspek batin dan lahir yang saling melengkapi, sehingga seorang Muslim dituntut untuk menjaga keyakinannya sekaligus mengamalkannya secara konsisten dalam setiap aspek kehidupan.
Referensi
- Abu `Abdillah Muhammad bin Yazid al-Qazwini Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah, (Al-Jubail: Dar al-Siddiq & Beirut: Muassasah al-Rayyan, 1431 H/2010 M), Juz 1,h.78.

Komentar 0