Hadis tentang Pilar Keimanan
Hadis
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- (أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنِّى رَسُولُ اللَّهِ وَيُقِيمُوا الصَّلاَةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ).(رواه إبن ماجه:٧٥)[1]
Terjemahan
Hadis dari Abu Hurairah RA ia berkata, Rasulullah SAW bersabda:"aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa aku adalah utusan Allah, mendirikan salat, dan menunaikan zakat. (HR. Ibn Majah: 75)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan bahwa keimanan memiliki dasar yang kokoh, yaitu mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai pengakuan terhadap keesaan Allah dan kerasulan Nabi Muhammad SAW. Keimanan tidak berhenti pada pengakuan dengan lisan, tetapi harus dibuktikan dengan amal, seperti mendirikan salat dan menunaikan zakat. Dengan demikian, iman mencakup keyakinan dalam hati, pengakuan dengan lisan, serta pengamalan melalui perbuatan. Hadis ini juga menegaskan bahwa syahadat, salat, dan zakat merupakan pilar penting yang menunjukkan keimanan seorang muslim.
Referensi
- Abu `Abdillah Muhammad bin Yazid al-Qazwini Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah, (Al-Jubail: Dar al-Siddiq & Beirut: Muassasah al-Rayyan, 1431 H/2010 M), Juz 1,h.85.

Komentar 0